Komet Encke Muncul Bulan Ini
Jumat, 15 November 2013 12:13 WIB
(REUTERS/NASA/Handout)
Jakarta (antarasulteng.com) - Beberapa hari nanti Komet Encke akan menjadi perhatian banyak orang saat melewati Matahari dalam jarak terdekatnya yang terjadi sepekan sebelum komet ISON melintas.
Selain Komet Halley, pengembara ruang angkasa yang misterius dan ber-es ini dianggap sebagai salah satu komet yang paling dikenal manusia dan kaya sejarah.
Encke adalah komet dengan periode orbital terpendek, hanya membutuhkan waktu 3,3 tahun untuk sekali revolusi mengelilingi Matahari.
Tahun ini, Komet Encke akan mencapai titik lintasan bintang (perihelion) --titik terdekat ke Matahari-- pada 21 November.
Kapan pun perihelion masuk November, Desember atau Januari, komet ini menjadi objek paling menyenangkan untuk pengamat di Belahan Utara (utara Khatulistiwa).
Sebaliknya, ketika perihelion bulan Mei, Juni atau Juli, komet ini sulit atau mustahil dilihat dari utara khatulistiwa, namun bisa dilihat dari bagian selatan Khatulistiwa.
Sejarah
Sejarah Komet Encke sudah berumur sekitar dua abad. Pemburu komet dari Paris bernama Pierre Méchain adalah orang pertama yang melihatnya pada 17 Januari 1786.
Mengingat tiga revolusi dari komet ini setara dengan 10 tahun, maka komet itu melintas di langit dalam interval masa tersebut.
Sampai interval 10 tahun, komet ini baru kelihatan lagi saat Caroline Herschel secara tak sengaja menyaksikannya pada 7 November 1795.
Komet Encke berjarak 38,6 juta km dari Bumi.
Selain Komet Halley, pengembara ruang angkasa yang misterius dan ber-es ini dianggap sebagai salah satu komet yang paling dikenal manusia dan kaya sejarah.
Encke adalah komet dengan periode orbital terpendek, hanya membutuhkan waktu 3,3 tahun untuk sekali revolusi mengelilingi Matahari.
Tahun ini, Komet Encke akan mencapai titik lintasan bintang (perihelion) --titik terdekat ke Matahari-- pada 21 November.
Kapan pun perihelion masuk November, Desember atau Januari, komet ini menjadi objek paling menyenangkan untuk pengamat di Belahan Utara (utara Khatulistiwa).
Sebaliknya, ketika perihelion bulan Mei, Juni atau Juli, komet ini sulit atau mustahil dilihat dari utara khatulistiwa, namun bisa dilihat dari bagian selatan Khatulistiwa.
Sejarah
Sejarah Komet Encke sudah berumur sekitar dua abad. Pemburu komet dari Paris bernama Pierre Méchain adalah orang pertama yang melihatnya pada 17 Januari 1786.
Mengingat tiga revolusi dari komet ini setara dengan 10 tahun, maka komet itu melintas di langit dalam interval masa tersebut.
Sampai interval 10 tahun, komet ini baru kelihatan lagi saat Caroline Herschel secara tak sengaja menyaksikannya pada 7 November 1795.
Komet Encke berjarak 38,6 juta km dari Bumi.
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 168.892 penumpang melintas melalui Bandara Soetta pada H+5 lebaran
06 April 2025 6:13 WIB, 2025
Angkasa Pura siap hadapi peningkatan trafik libur Natal dan tahun baru
18 December 2024 6:37 WIB, 2024