Kemenag sebut mayoritas santri positif COVID-19 sudah sembuh
Kamis, 1 Oktober 2020 14:24 WIB
Jajaran Kementerian Agama di acara peluncuran Logo dan Rangkaian Kegiatan Hari Santri 2020 di Jakarta, Kamis (1/10/2020). Dalam kegiatan itu, Menteri Agama Fachrul Razi tidak hadir karena masih dalam perawatan pasca dinyatakan sembuh dari COVID-19. (ANTARA/Anom Prihantoro)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengatakan sebagian besar santri pondok pesantren yang terinfeksi COVID-19 sudah sembuh.
"Dari sekitar 1.400 santri yang positif, lebih dari 900 santri yang sembuh, sisanya satu santri meninggal dunia," kata Zainut di kantornya, Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan jumlah positif COVID-19 di pesantren terbanyak di ponpes area Jawa Timur, diikuti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selebihnya tersebar rata di tujuh provinsi lainnya.
Total, kata dia, ada 27 pondok pesantren yang menjadi kluster COVID-19 di 10 provinsi. Hal itu memprihatinkan dan Kemenag akan berupaya menanggulangi itu serta menekan penularan virus corona jenis baru di lingkungan pesantren.
Terkait peringatan Hari Santri tahun 2020 di masa pandemi COVID-19, Zainut mengatakan Kemenag mendorong agar pelaksanaannya tidak mengumpulkan tatap muka massa dalam jumlah besar.
Menurut dia, segala kegiatan Hari Santri tahun ini didorong agar diselenggarakan secara virtual nontatap muka.
"Terkait potensi kerumunan kegiatan Hari Santri ini, dipastikan peringatan disesuaikan dengan kondisi pandemi lewat virtual. Kegiatan lomba, seminar dilakukan virtual untuk menjaga kesehatan santri dan para pengasuh ponpes," katanya.
"Dari sekitar 1.400 santri yang positif, lebih dari 900 santri yang sembuh, sisanya satu santri meninggal dunia," kata Zainut di kantornya, Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan jumlah positif COVID-19 di pesantren terbanyak di ponpes area Jawa Timur, diikuti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selebihnya tersebar rata di tujuh provinsi lainnya.
Total, kata dia, ada 27 pondok pesantren yang menjadi kluster COVID-19 di 10 provinsi. Hal itu memprihatinkan dan Kemenag akan berupaya menanggulangi itu serta menekan penularan virus corona jenis baru di lingkungan pesantren.
Terkait peringatan Hari Santri tahun 2020 di masa pandemi COVID-19, Zainut mengatakan Kemenag mendorong agar pelaksanaannya tidak mengumpulkan tatap muka massa dalam jumlah besar.
Menurut dia, segala kegiatan Hari Santri tahun ini didorong agar diselenggarakan secara virtual nontatap muka.
"Terkait potensi kerumunan kegiatan Hari Santri ini, dipastikan peringatan disesuaikan dengan kondisi pandemi lewat virtual. Kegiatan lomba, seminar dilakukan virtual untuk menjaga kesehatan santri dan para pengasuh ponpes," katanya.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zainut Tauhid tegaskan ASN Kemenag harus beri layanan cepat dan efisien
15 March 2023 15:01 WIB, 2023
UIN dan Kemenag sinergi tingkatkan wawasan ASN tentang moderasi beragama
15 March 2023 14:36 WIB, 2023
Aa Gym putuskan untuk hentikan sementara kegiatan Pesantren Daarut Tauhiid
14 March 2020 21:57 WIB, 2020
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
All New Honda Vario 125 resmi meluncur di Tolitoli, awali 2026 dengan semangat "Step Up"
05 February 2026 9:46 WIB
Agus Budi Wirawan dilantik sebagai Ketua STAH Dharma Sentana Periode 2026-2030
02 February 2026 13:13 WIB
DSLNG dorong kesiapan Gen Z masuk industri energi melalui energy connect 5.0
29 January 2026 15:46 WIB
Poso Energy bantu 50 sak semen untuk pembangunan sarana olahraga SMAN 1 Pamona Utara
28 January 2026 12:36 WIB
Peringati bulan K3 Nasional, keselamatan adalah budaya kerja DSLNG bukan sekadar prosedur
13 January 2026 10:24 WIB