Imigrasi Palu salurkan sembako untuk korban gempa Sulbar
Selasa, 26 Januari 2021 11:01 WIB
Upacara peringatan Hari Bhakti Imigrasi Ke-71 di Palu, Selasa (26/1/2021). (Antara/Anas Masa)
Palu (ANTARA) - Imigrasi Kelas I TPI Palu ikut meringankan beban dan penderitaan para korban bencana gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Barat dengan menyalurkan bantuan paket sembako.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu,Wahyu Widodo di sela-sela peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-71 di Palu, Selasa, mengatakan bantuan itu merupakan bentuk rasa solidaritas terhadap korban gempa bumi di Sulbar.
Menurut dia, selaku insan sosial yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sudah menjadi gaya hidup anak bangsa untuk saling membantu satu sama lainnya.
Bagaimanapun, penderitaan yang dialami oleh masyarakat dan pemerintah yang ada di Provinsi Sulbar merupakan derita kita bersama.
"Kita dua tahun lalu pernah merasakan penderitaan yang sama dengan korban gempa bumi di Sulbar, setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang sejumlah wilayah di Sulteng," katanya.
Berbagai pihak ikut menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempab umi di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, termasuk pemerintah dan masyarakat Sulbar.
Kini, Sulbar yang diguncang gempa bumi dan pihaknya patut bahu membahu membantu mereka yang juga mengalami bencana serupa.
Kegiatan sosial dalam rangka menghadapi Hari Bhakti Imigrasi ke-71 yang di diperingati dalam suasana pandemi COVID-19, Kantor Imigrasi Palu juga menyalurkan bantuan bagi anak-anak panti asuhan yang ada di ibu kota provinsi itu.
Pelayanan lainnya adalah melakukan layanan paspor kolektif di Kabupaten Parigi Moutong.
Upacara peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-71 di Palu dan Sulteng dilakukan melalui virtual.
Selama kegiatan berlangsung, pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Palu terpaksa dihentikan sementara dan dibuka lagi setelah kegiatan selesai.*
upacara Hari Bhakti Imigrasi ke-71 di Palu, Selasa (26/1-2021). (Foto Antara/Anas Masa)
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu,Wahyu Widodo di sela-sela peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-71 di Palu, Selasa, mengatakan bantuan itu merupakan bentuk rasa solidaritas terhadap korban gempa bumi di Sulbar.
Menurut dia, selaku insan sosial yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sudah menjadi gaya hidup anak bangsa untuk saling membantu satu sama lainnya.
Bagaimanapun, penderitaan yang dialami oleh masyarakat dan pemerintah yang ada di Provinsi Sulbar merupakan derita kita bersama.
"Kita dua tahun lalu pernah merasakan penderitaan yang sama dengan korban gempa bumi di Sulbar, setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang sejumlah wilayah di Sulteng," katanya.
Berbagai pihak ikut menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempab umi di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, termasuk pemerintah dan masyarakat Sulbar.
Kini, Sulbar yang diguncang gempa bumi dan pihaknya patut bahu membahu membantu mereka yang juga mengalami bencana serupa.
Kegiatan sosial dalam rangka menghadapi Hari Bhakti Imigrasi ke-71 yang di diperingati dalam suasana pandemi COVID-19, Kantor Imigrasi Palu juga menyalurkan bantuan bagi anak-anak panti asuhan yang ada di ibu kota provinsi itu.
Pelayanan lainnya adalah melakukan layanan paspor kolektif di Kabupaten Parigi Moutong.
Upacara peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-71 di Palu dan Sulteng dilakukan melalui virtual.
Selama kegiatan berlangsung, pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Palu terpaksa dihentikan sementara dan dibuka lagi setelah kegiatan selesai.*
upacara Hari Bhakti Imigrasi ke-71 di Palu, Selasa (26/1-2021). (Foto Antara/Anas Masa)
Pewarta : Anas Masa
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Karantina Indonesia tinjau persiapan ekspor durian dari Palu ke Tiongkok
15 April 2026 17:20 WIB
Terpopuler - Sosial & Keagamaan
Lihat Juga
Kodam XXIII/Palaka Wira bangun Jembatan Garuda di Desa Nambaru Parigi Moutong
03 April 2026 14:42 WIB