Pengguna Apple uang belanja lebih banyak aplikasi non-game
Selasa, 23 Februari 2021 7:47 WIB
Ilustrasi Apple (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Pengguna Apple diperkirakan akan menghabiskan lebih banyak uang untuk aplikasi seluler non-game hingga 2024, menurut perusahaan analisis data SensorTower, karena gaya hidup selama pandemi membuat pengguna melihat aplikasi selain game yang membantu dengan layanan yang lebih penting.
Unduhana aplikasi untuk bisnis, pendidikan, kesehatan dan kebugaran telah mengalami lonjakan tajam karena kegiatan yang mengharuskan masyarakat tetap berada di rumah selama pandemi.
Pada awal pandemi, dikutip dari Reuters, Selasa, pengguna menghabiskan lebih banyak uang untuk game seluler di App Store. Namun, karena pembatasan sosial yang diperpanjang, mengubah kehidupan kerja serta cara berkomunikasi, perhatian mereka beralih ke aplikasi berbagi foto dan video, kencan, konferensi video dan pesan instan.
Saham perusahaan seperti Zoom Video Communications Inc dan Match Group serta perusahaan yang mendukung kegiatan "di rumah saja" lainnya melonjak tahun lalu.
SensorTower mengatakan pengeluaran konsumen untuk aplikasi seluler akan mencapai 270 miliar dolar AS (Rp3.813 triliun) dalam lima tahun ke depan secara global, meningkat lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2020.
Pengguna Apple akan membelanjakan lebih banyak aplikasi Android di App Store yang diperkirakan menghasilkan 185 miliar dolar AS (Rp2.612,6 triliun) pendapatan global, menurut data.
Pendapatan game akan terus mengambil bagian yang relatif lebih tinggi di Google Play store daripada di App Store, dengan proyeksi pangsa 71 persen dari game pada 2025 dibandingkan dengan 42 persen di App Store, kata SensorTower.
Perusahaan analisis data tersebut memperkirakan Eropa menjadi pasar utama selama lima tahun ke depan, dengan pertumbuhan pendapatan di benua itu kemungkinan akan melebihi pertumbuhan di Asia dan Amerika Utara.
Unduhan di Eropa diperkirakan tumbuh menjadi 36,9 miliar pada 2025, dibandingkan dengan 28,4 miliar pada 2020, sementara pertumbuhan pendapatan diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 42 miliar dolar AS (Rp592,8 triliun) dalam lima tahun ke depan.
Unduhana aplikasi untuk bisnis, pendidikan, kesehatan dan kebugaran telah mengalami lonjakan tajam karena kegiatan yang mengharuskan masyarakat tetap berada di rumah selama pandemi.
Pada awal pandemi, dikutip dari Reuters, Selasa, pengguna menghabiskan lebih banyak uang untuk game seluler di App Store. Namun, karena pembatasan sosial yang diperpanjang, mengubah kehidupan kerja serta cara berkomunikasi, perhatian mereka beralih ke aplikasi berbagi foto dan video, kencan, konferensi video dan pesan instan.
Saham perusahaan seperti Zoom Video Communications Inc dan Match Group serta perusahaan yang mendukung kegiatan "di rumah saja" lainnya melonjak tahun lalu.
SensorTower mengatakan pengeluaran konsumen untuk aplikasi seluler akan mencapai 270 miliar dolar AS (Rp3.813 triliun) dalam lima tahun ke depan secara global, meningkat lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2020.
Pengguna Apple akan membelanjakan lebih banyak aplikasi Android di App Store yang diperkirakan menghasilkan 185 miliar dolar AS (Rp2.612,6 triliun) pendapatan global, menurut data.
Pendapatan game akan terus mengambil bagian yang relatif lebih tinggi di Google Play store daripada di App Store, dengan proyeksi pangsa 71 persen dari game pada 2025 dibandingkan dengan 42 persen di App Store, kata SensorTower.
Perusahaan analisis data tersebut memperkirakan Eropa menjadi pasar utama selama lima tahun ke depan, dengan pertumbuhan pendapatan di benua itu kemungkinan akan melebihi pertumbuhan di Asia dan Amerika Utara.
Unduhan di Eropa diperkirakan tumbuh menjadi 36,9 miliar pada 2025, dibandingkan dengan 28,4 miliar pada 2020, sementara pertumbuhan pendapatan diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 42 miliar dolar AS (Rp592,8 triliun) dalam lima tahun ke depan.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulteng hadirkan aplikasi Berani Kompak perkuat program pembangunan
11 November 2025 20:01 WIB
Polres Parigi Moutong perkuat peran Bhabinkamtibmas dukung pelayanan publik
30 September 2025 19:15 WIB
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
Tunjukkan dominasi, pebalap belia Astra Honda melesat di Thailand Talent Cup 2026
04 May 2026 13:50 WIB
DSLNG perkuat kolaborasi Energi, Pemerintah tegaskan dukungan regulasi investasi
24 April 2026 19:57 WIB
PT Vale Indonesia buka lowongan kerja hingga 17 April 2026, Ini daftar posisinya
14 April 2026 9:20 WIB
Naik peringkat raih PROPER hijau 2026, langkah nyata DSLNG perkuat kinerja lingkungan
12 April 2026 17:44 WIB