Punya Anak Dengan Autisme? Jangan Mengeluh
Jumat, 3 April 2015 17:03 WIB
Jakarta (antarasulteng.com) - Memiliki anak dengan autisme bukan alasan bagi orang tua untuk mengeluh, menurut aktris Ferina Widodo.
"Jangan mengeluh, waktu terus berjalan, daripada mengeluh lebih baik gali bakat anak itu apa," kata Ferina kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis malam.
Ferina mengatakan, anak dengan autisme memiliki kemampuan atau bakat-bakat yang seharusnya mampu orang tua gali.
"Banyak sekali banyak anak dan kita fokus pada bakat yang dimiliki anak. Ada yang melukis, musik gitar, menulis, anak saya bakatnya di memasak, suka banget bikin kue," kata dia yang juga memiliki anak dengan autisme itu.
Bakat-bakat ini, menurut dia, dapat menjadi bekal agar anak dapat hidup mandiri.
"Kita harus menggali talent mereka supaya bisa mandiri," kata Ferina yang aktif di Yayasan Autisme Indonesia (YAI) itu.
"Jangan sepenuhnya menyerahkan pada terapis. Kita harus medaftar kemampuan apa saja yang sudah anak miliki, mana yang belum, sudah mencapai target atau belum. Kalau belum mencapai target ya sudah, kita fokus pada kemampuan yang dia paling maksimal di situ," tambah dia.
Ferina saat ini memiliki satu putra yang terdiagnosa mengalami gejala autisme.
"Sejak bayi dia keliatan beda. Keterlambatan bicara, hiperaktif, dari situ saya mencari tahu kok beda dengan kakaknya," kata dia.
Dia mengaku, sejak mengetahui anaknya terdiagnosa autisme 20 tahun lalu, dirinya pun rela berhenti dari kesibukannya di dunia hiburan tanah air.
"20 tahun lalu. Makanya saya berhenti dari pekerjaan," kata dia. (skd)
"Jangan mengeluh, waktu terus berjalan, daripada mengeluh lebih baik gali bakat anak itu apa," kata Ferina kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis malam.
Ferina mengatakan, anak dengan autisme memiliki kemampuan atau bakat-bakat yang seharusnya mampu orang tua gali.
"Banyak sekali banyak anak dan kita fokus pada bakat yang dimiliki anak. Ada yang melukis, musik gitar, menulis, anak saya bakatnya di memasak, suka banget bikin kue," kata dia yang juga memiliki anak dengan autisme itu.
Bakat-bakat ini, menurut dia, dapat menjadi bekal agar anak dapat hidup mandiri.
"Kita harus menggali talent mereka supaya bisa mandiri," kata Ferina yang aktif di Yayasan Autisme Indonesia (YAI) itu.
"Jangan sepenuhnya menyerahkan pada terapis. Kita harus medaftar kemampuan apa saja yang sudah anak miliki, mana yang belum, sudah mencapai target atau belum. Kalau belum mencapai target ya sudah, kita fokus pada kemampuan yang dia paling maksimal di situ," tambah dia.
Ferina saat ini memiliki satu putra yang terdiagnosa mengalami gejala autisme.
"Sejak bayi dia keliatan beda. Keterlambatan bicara, hiperaktif, dari situ saya mencari tahu kok beda dengan kakaknya," kata dia.
Dia mengaku, sejak mengetahui anaknya terdiagnosa autisme 20 tahun lalu, dirinya pun rela berhenti dari kesibukannya di dunia hiburan tanah air.
"20 tahun lalu. Makanya saya berhenti dari pekerjaan," kata dia. (skd)
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Orang dengan autisme capai potensi maksimal dengan lingkungan yang kondusif
25 April 2021 18:37 WIB, 2021
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020