Australia selidiki pembekuan darah dengan vaksin AstraZeneca
Jumat, 2 April 2021 19:18 WIB
Vaksin AstraZeneca (ANTARA/HO-Humas ITB)
Melbourne (ANTARA) - Australia sedang menyelidiki apakah kasus pembekuan darah yang tercatat pada Jumat terkait dengan vaksin virus corona AstraZeneca, kata seorang pejabat kesehatan, seraya meningkatkan kepedulian di negara di mana kebanyakan orang diharapkan menerima suntikan vaksin dari pembuat obat itu.
Seorang pria berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit Melbourne beberapa hari karena pembekuan darah setelah menerima vaksin AstraZeneca. Pria itu menderita trombosis serius dan jumlah trombosit yang rendah, atau sel darah yang berhenti mengalir.
"Penyidik saat ini belum mengonfirmasi hubungan sebab akibat dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca, tetapi penyelidikan sedang berlangsung," kata wakil kepala petugas medis, Michael Kidd, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.
Lebih banyak (informasi) diharapkan akan diketahui pada Sabtu (3/4), tambahnya.
Pada Kamis (1/4), Inggris mengidentifikasi 30 kasus peristiwa pembekuan darah langka setelah penggunaan vaksin, dan beberapa negara, termasuk Kanada, Prancis, Jerman dan Spanyol, membatasi penggunaannya setelah laporan serupa.
Regulator Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA), sebelumnya mengatakan vaksin AstraZeneca tidak terkait dengan peningkatan risiko pembekuan darah secara keseluruhan.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat, Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk Imunisasi mengatakan, "Tidak ada tingkat keseluruhan yang lebih tinggi jenis pembekuan darah yang relatif umum (...) yang dilaporkan setelah vaksinasi COVID-19."
Australia meluncurkan vaksinasi massal untuk 25 juta penduduknya pada Februari, dengan sebagian besar diharapkan menerima vaksin Universitas Oxford/ AstraZeneca. Pada akhir Maret, CSL Ltd memulai produksi dalam negeri sebanyak 50 juta dosis.
Australia sangat berhasil dalam mengekang virus dengan penguncian mendadak, penutupan perbatasan dan pelacakan cepat. Negara itu melaporkan hanya di bawah 29.300 kasus infeksi dan 909 kematian.
Australia mengalami masalah dalam meluncurkan program vaksinasi, namun tak mencapai target Maret sekitar 3,3 juta dosis karena negara bagian dan pemerintah federal bertengkar saling menyalahkan.
Persediaan vaksinasi di negara bagian timur laut Queensland akan habis dalam beberapa hari, kata pejabat kesehatan pada Jumat, seraya menambahkan bahwa mereka tidak yakin tentang pengiriman berikutnya.
Sumber:Reuters
Seorang pria berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit Melbourne beberapa hari karena pembekuan darah setelah menerima vaksin AstraZeneca. Pria itu menderita trombosis serius dan jumlah trombosit yang rendah, atau sel darah yang berhenti mengalir.
"Penyidik saat ini belum mengonfirmasi hubungan sebab akibat dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca, tetapi penyelidikan sedang berlangsung," kata wakil kepala petugas medis, Michael Kidd, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.
Lebih banyak (informasi) diharapkan akan diketahui pada Sabtu (3/4), tambahnya.
Pada Kamis (1/4), Inggris mengidentifikasi 30 kasus peristiwa pembekuan darah langka setelah penggunaan vaksin, dan beberapa negara, termasuk Kanada, Prancis, Jerman dan Spanyol, membatasi penggunaannya setelah laporan serupa.
Regulator Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA), sebelumnya mengatakan vaksin AstraZeneca tidak terkait dengan peningkatan risiko pembekuan darah secara keseluruhan.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat, Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk Imunisasi mengatakan, "Tidak ada tingkat keseluruhan yang lebih tinggi jenis pembekuan darah yang relatif umum (...) yang dilaporkan setelah vaksinasi COVID-19."
Australia meluncurkan vaksinasi massal untuk 25 juta penduduknya pada Februari, dengan sebagian besar diharapkan menerima vaksin Universitas Oxford/ AstraZeneca. Pada akhir Maret, CSL Ltd memulai produksi dalam negeri sebanyak 50 juta dosis.
Australia sangat berhasil dalam mengekang virus dengan penguncian mendadak, penutupan perbatasan dan pelacakan cepat. Negara itu melaporkan hanya di bawah 29.300 kasus infeksi dan 909 kematian.
Australia mengalami masalah dalam meluncurkan program vaksinasi, namun tak mencapai target Maret sekitar 3,3 juta dosis karena negara bagian dan pemerintah federal bertengkar saling menyalahkan.
Persediaan vaksinasi di negara bagian timur laut Queensland akan habis dalam beberapa hari, kata pejabat kesehatan pada Jumat, seraya menambahkan bahwa mereka tidak yakin tentang pengiriman berikutnya.
Sumber:Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pfizer dan IAKMI ingatkan pentingnya vaksinasi pneumonia semua usia
18 November 2024 14:11 WIB, 2024
Dinkes Kota Palu targetkan 57 ribu lebih anak terlayani imunisasi Polio
29 July 2024 12:59 WIB, 2024
Nakes Rutan Kelas II Palu dapatkan vaksinasi cegah penularan virus hepatitis B
11 January 2024 17:52 WIB, 2024
Dinkes DKI mulai terapkan vaksinasi COVID-19 berbayar 1 Januari 2024
28 December 2023 11:21 WIB, 2023
Terpopuler - Humaniora
Lihat Juga
Lanal Palu libatkan lintas sektor bersihkan pantai di tiga titik di Donggala
06 February 2026 16:08 WIB
Program Alpukat atau anak lahir bawa pulang akta upaya tingkatkan pelayanan administrasi kependudukan
06 February 2026 14:28 WIB