Kotak Hitam Trigana Air ditemukan
Selasa, 18 Agustus 2015 13:43 WIB
Kotak Hitam (wikipedia.com)
Jakarta (antarasulteng.com) - Kotak hitam pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan IL 257 rute Jayapura-Oksibil yang hilang kontak Minggu sore (16/8) dan jatuh di Gunung Bintang, ditemukan Selasa siang ini.
"Pukul 13.40 WIT kotak hitam Trigana Air yang mengalami musibah sudah ditemukan," kata Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata dalam pesan singkatnya di Jakarta, Selasa.
Kotak hitam itu kini tengah dievakuasi Badan SAR Nasional dan lainnya untuk segera diserahkan dan diinvestigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kapala Basarnas Henry Bambang Soelistyo mengatakan pesawat ditemukan di Gunung Bintang pada 04 derajat 49 menit 289 detik arah Selatan dan 140 derajat 29 menit 953 detik arah Timur.
Sementara itu, jarak dari Bandara Oksibil diperkirakan tujuh Nautical Mile.
"Tadi malam tim darat bermalam di 1.000 meter butuh waktu paling sedikit satu jam. Koordinat yang kemarin disampaikan diyakinkan bahwa itu 100 persen benar," kata Bambang.
Bambang mengatakan dua orang petugas telah diturunkan di titik sasaran oleh helikopter airfast yang diprioritaskan menyiapkan helipad.
Dua prajurit Paskhas TNI AU yang melalui jalan darat juga sudah sampai di lokasi sekitar pukul 05.00 WIT. "Alat pendingin sangat dibutuhkan," katanya.
Pesawat Trigana Air IL-257 rute Jayapura-Oksibil hilang kontak Minggu sore (16/8) setelah tinggal landas di Bandara Sentani Jayapura pukul 14.22 LT (local time/ waktu setempat) dan seharusnya tiba di Oksibil pukul 15.04 LT.
Pesawat ini terakhir mengontak Menara Oksibil pukul 14.55 LT. Pada pukul 15.00 LT Menara Bandara Oksibil menjalin kontak dengan pesawat namun tidak ada jawaban.
Pesawat ini membawa 49 orang yang terdiri dari 44 orang dewasa, tiga orang anak-anak, dua orang bayi, selain Pilot Capt Hasanudin, Flight Officer Ariadin F, Flight Attendant Ika N dan Dita A, Engineer Mario.
"Pukul 13.40 WIT kotak hitam Trigana Air yang mengalami musibah sudah ditemukan," kata Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata dalam pesan singkatnya di Jakarta, Selasa.
Kotak hitam itu kini tengah dievakuasi Badan SAR Nasional dan lainnya untuk segera diserahkan dan diinvestigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kapala Basarnas Henry Bambang Soelistyo mengatakan pesawat ditemukan di Gunung Bintang pada 04 derajat 49 menit 289 detik arah Selatan dan 140 derajat 29 menit 953 detik arah Timur.
Sementara itu, jarak dari Bandara Oksibil diperkirakan tujuh Nautical Mile.
"Tadi malam tim darat bermalam di 1.000 meter butuh waktu paling sedikit satu jam. Koordinat yang kemarin disampaikan diyakinkan bahwa itu 100 persen benar," kata Bambang.
Bambang mengatakan dua orang petugas telah diturunkan di titik sasaran oleh helikopter airfast yang diprioritaskan menyiapkan helipad.
Dua prajurit Paskhas TNI AU yang melalui jalan darat juga sudah sampai di lokasi sekitar pukul 05.00 WIT. "Alat pendingin sangat dibutuhkan," katanya.
Pesawat Trigana Air IL-257 rute Jayapura-Oksibil hilang kontak Minggu sore (16/8) setelah tinggal landas di Bandara Sentani Jayapura pukul 14.22 LT (local time/ waktu setempat) dan seharusnya tiba di Oksibil pukul 15.04 LT.
Pesawat ini terakhir mengontak Menara Oksibil pukul 14.55 LT. Pada pukul 15.00 LT Menara Bandara Oksibil menjalin kontak dengan pesawat namun tidak ada jawaban.
Pesawat ini membawa 49 orang yang terdiri dari 44 orang dewasa, tiga orang anak-anak, dua orang bayi, selain Pilot Capt Hasanudin, Flight Officer Ariadin F, Flight Attendant Ika N dan Dita A, Engineer Mario.
Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Putin minta otoritas percepat kendalikan tumpahan minyak di Laut Hitam
10 January 2025 9:05 WIB, 2025
AS:Turki dan Sekjen PBB bekerja keras kembalikan perjanjian Laut Hitam
16 September 2023 12:24 WIB, 2023