Raffi Ahmad ke PWI Minta Maaf Ke Pers
Rabu, 4 November 2015 18:08 WIB
Raffi Ahmad menyerahkan surat permohonan maaf kepada pers berkaitan ucapannya yang menyinggung kalangan wartawan kepada Ketua Umum PWI Pusat Margiono (kanan) di Jakarta, Rabu. (ANTARA/Priyambodo RH)
Jakarta (antarasulteng.com) - Artis dan pemandu acara Raffi Ahmad didampingi artis senior Camelia Malik mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat untuk meminta maaf atas komentarnya di satu tayangan hiburan televisi swasta yang dinilai menyinggung kalangan pers.
"Saya benar-benar minta maaf. Saya khilaf, dan ini saya sampaikan surat tertulis permintaan maaf kepada insan pers melalui PWI," kata Raffi saat menyampaikan surat permintaan maaf kepada Ketua Umum PWI Pusat Margiono di Jakarta, Rabu.
Raffi mengaku sempat sulit tidur selama dua hari setelah siaran langsung acaranya pada Minggu malam (1/11) karena sadar sudah salah ucap dan bisa menyinggung perasaan wartawan.
"Bener bos, teman-teman wartawan, sempat dua malam saya sulit tidur. Saya juga spontan meminta maaf setelah mengetahui kesalahan saya," ujarnya.
Margiono mengatakan permintaan maaf Raffi harus diterima secara lapang dada oleh para wartawan.
"PWI menerima permintaan maaf ini. Sejauh ini PWI tidak pernah membahas kasus yang menimpa Raffi, namun kami wajib menerima permintaan maaf dari siapa saja," kata wartawan senior dari Jawa Pos Grup itu.
Margiono menyatakan, apa yang disampaikan Raffi saat tayangan langsung di televisi juga harus dimaknai kritik masyarakat dalam menilai wartawan.
"Dalam berbagai kegiatan media literasi kami sering mengadapat kritik keras dari masyarakat tentang praktik wartawan yang melanggar kode etik, sehingga kami harus menjelaskan bagaimana sebenarnya tugas dan kinerja wartawan profesional sekaligus kompeten," katanya.
"Banyak kritik kepada praktik pekerjaan wartawan, namun dalam kasus ini bisa menjadi masalah karena Raffi Ahmad publik figur yang juga dituntut harus berhati-hati dalam berkomentar," tambah dia.
Raffi menjadi sorotan karena ucapannya di satu acara televisi dianggap menghina awak media.
Seperti dilansir laman Bintang, dalam acara itu dia mengatakan, "Kalau wartawan lagi ngeriung (kumpul), lagi ngejar berita, giniin saja duitnya, wartawan kan, setiap orang kan mata duitan, giniin aja," sambil memperagakan adegan melempar dan menyebar uang recehan.
"Saya benar-benar minta maaf. Saya khilaf, dan ini saya sampaikan surat tertulis permintaan maaf kepada insan pers melalui PWI," kata Raffi saat menyampaikan surat permintaan maaf kepada Ketua Umum PWI Pusat Margiono di Jakarta, Rabu.
Raffi mengaku sempat sulit tidur selama dua hari setelah siaran langsung acaranya pada Minggu malam (1/11) karena sadar sudah salah ucap dan bisa menyinggung perasaan wartawan.
"Bener bos, teman-teman wartawan, sempat dua malam saya sulit tidur. Saya juga spontan meminta maaf setelah mengetahui kesalahan saya," ujarnya.
Margiono mengatakan permintaan maaf Raffi harus diterima secara lapang dada oleh para wartawan.
"PWI menerima permintaan maaf ini. Sejauh ini PWI tidak pernah membahas kasus yang menimpa Raffi, namun kami wajib menerima permintaan maaf dari siapa saja," kata wartawan senior dari Jawa Pos Grup itu.
Margiono menyatakan, apa yang disampaikan Raffi saat tayangan langsung di televisi juga harus dimaknai kritik masyarakat dalam menilai wartawan.
"Dalam berbagai kegiatan media literasi kami sering mengadapat kritik keras dari masyarakat tentang praktik wartawan yang melanggar kode etik, sehingga kami harus menjelaskan bagaimana sebenarnya tugas dan kinerja wartawan profesional sekaligus kompeten," katanya.
"Banyak kritik kepada praktik pekerjaan wartawan, namun dalam kasus ini bisa menjadi masalah karena Raffi Ahmad publik figur yang juga dituntut harus berhati-hati dalam berkomentar," tambah dia.
Raffi menjadi sorotan karena ucapannya di satu acara televisi dianggap menghina awak media.
Seperti dilansir laman Bintang, dalam acara itu dia mengatakan, "Kalau wartawan lagi ngeriung (kumpul), lagi ngejar berita, giniin saja duitnya, wartawan kan, setiap orang kan mata duitan, giniin aja," sambil memperagakan adegan melempar dan menyebar uang recehan.
Pewarta : Priyambodo RH
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020