Wisata halal dukung pengembangan pariwisata Madura
Rabu, 26 Januari 2022 8:19 WIB
Tangkapan layar Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr Erni Sri Rahayuningsih, SE, ME dan Dr Lukman Wijaya Baratha pada virtual meeting bertema ‘Strategi Kelola dan Pasarkan Destinasi Wisata Desa' yang digelar lembaga KOMPAK di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Antara / Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dr Erni Sri Rahayuningsih, SE, ME mengatakan, wisata halal menjadi salah satu strategi dalam pengembangan sektor pariwisata di Madura.
"Dalam mengembangkan sektor pariwsita dilakukan tiga langkah strategis yakni dasar, terapan dan pengembangan yang melibatkan para pihak (multistkeholder)," kata Erni pada webinar membahas ‘Strategi Kelola dan Pasarkan Destinasi Wisata Desa' yang dipantau di Makassar, Selasa.
Khusus di lingkup perguruan tinggi, lanjut dia, dengan membuat program dan kurikulum kepariwisataan dan penerapan dilakukan melalui pertukaran pelajar, penelitian dan KKN Tematik.
Selanjutnya, melalui Program Merdeka Belajar dilakukan penyebaran proyek kemanusiaan dan wirausaha melalui start up untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Dr Lukman Wijaya Baratha dari UTM.
Dia mengatakan, selain penguatan kerja sama dengan semua stakeholder, juga melakukan pengembangan Halal Center UTM.
Peresmian Halal Center UTM itu telah dihadiri oleh Wapres RI dan kegiatan tersebut menjadi motivasi pengembangan sektor pariwisata di Madura.
Sementara pengembangan desa wisata di Sulsel, salah satunya di kawasan wisata karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros.
Desa wisata tersebut telah diresmikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Salahuddin Sandiaga Uno pada medio 2021.
Menurut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Ferdiansyah, kehadiran Menparekraf telah memberikan efek domino untuk mempromosikan destinasi wisata karst di Kabupaten Maros yang juga dijuluki Butta Salewangang itu.
"Dalam mengembangkan sektor pariwsita dilakukan tiga langkah strategis yakni dasar, terapan dan pengembangan yang melibatkan para pihak (multistkeholder)," kata Erni pada webinar membahas ‘Strategi Kelola dan Pasarkan Destinasi Wisata Desa' yang dipantau di Makassar, Selasa.
Khusus di lingkup perguruan tinggi, lanjut dia, dengan membuat program dan kurikulum kepariwisataan dan penerapan dilakukan melalui pertukaran pelajar, penelitian dan KKN Tematik.
Selanjutnya, melalui Program Merdeka Belajar dilakukan penyebaran proyek kemanusiaan dan wirausaha melalui start up untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Dr Lukman Wijaya Baratha dari UTM.
Dia mengatakan, selain penguatan kerja sama dengan semua stakeholder, juga melakukan pengembangan Halal Center UTM.
Peresmian Halal Center UTM itu telah dihadiri oleh Wapres RI dan kegiatan tersebut menjadi motivasi pengembangan sektor pariwisata di Madura.
Sementara pengembangan desa wisata di Sulsel, salah satunya di kawasan wisata karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros.
Desa wisata tersebut telah diresmikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Salahuddin Sandiaga Uno pada medio 2021.
Menurut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Ferdiansyah, kehadiran Menparekraf telah memberikan efek domino untuk mempromosikan destinasi wisata karst di Kabupaten Maros yang juga dijuluki Butta Salewangang itu.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres Ma'ruf Amin optimistis Indonesia jadi pemimpin wisata halal global
26 October 2021 15:43 WIB, 2021
Jokowi: Indonesia berpeluang besar untuk wujudkan industri wisata halal
14 April 2019 6:17 WIB, 2019
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Balai Pelestarian Kebudayaan pasang garis pembatas penemuan tulang megalit di Lembah Napu
29 March 2026 22:04 WIB