Mataram (ANTARA) - Tim penyelamat Pos SAR Bima bersama aparat gabungan mengevakuasi tiga pemancing yang terdampar di perairan laut Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, akibat mesin perahunya mati.

"Alhamdullilah ketiga pemancing berhasil kami evakuasi menggunakan Rigit Inflateable Boat (RIB) dalam kondisi selamat ke Pelabuhan Bima pagi tadi” kata koordinator Pos SAR Bima, Ariansyah Susilo dalam keterangan tertulis di Mataram, Senin.

Peristiwa itu bermula ketiga para pemancing berangkat dari pelabuhan Bima menuju titik pemancingan di perairan Desa Sampungu menggunakan perahu tradisional pada Sabtu (20/5).

Kemudian pada Minggu (21/5) perahu mereka mengalami masalah mati mesin dan terombang ambing terbawa arus hingga ke sisi barat mercusuar yang berada di Desa Sampungu.

"Mesin perahunya mati, sehingga korban terdampar," katanya.

Atas peristiwa itu, koordinator Pos SAR Bima menerima laporan dari warga Kota Bima telah terjadi kondisi perahu nelayan yang mengalami mati mesin sejak Minggu (21/5) siang di perairan Sampungu, Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi.

Laporan yang diterima pada tengah malam tersebut langsung ditindak lanjuti oleh tim yang sedang bersiaga di Pos dan melakukan pertolongan terhadap para korban.

“Alhamdullilah ketiga pemancing berhasil kami evakuasi dalam kondisi selamat ke Pelabuhan Bima pagi tadi (red"Senin)," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin di wilayah Nusa Tenggara Barat para peralihan musim kemarau 2023.

"Kecepatan angin maksimum mencapai 40 kilometer per jam," kata prakirawan Stasiun Zaenudin Abdul Majid, Gede Dedy Krisnawan.

Potensi peningkatan kecepatan angin terjadi di sebagian wilayah di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur.

Selain itu, di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu.

"Masyarakat di imbau untuk tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti atap rumah berterbangan, pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum lainnya," katanya.

Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang setinggi 2 meter lebih di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat.

"Waspada dampak potensi gelombang di wilayah NTB yang mencapai 2 meter lebih," katanya.

 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024