Pemerintah bantu bangun 100 unit rumah tahan bencana di Malaka
Sabtu, 17 Juni 2023 11:57 WIB
Mensos Risma memberikan bantuan senilai Rp3,3 miliar untuk pembangunan 20 unit rumah tahan bencana, 100 unit PJUTS serta bantuan pemberdayaan masyarakat berupa 1.500 ekor ayam petelur di Kabupaten Malaka, NTT, Jumat (16/6/2023). (ANTARA/HO-Kementerian Sosial RI)
Kupang (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini membantu pembangunan 100 unit rumah tahan bencana bagi warga perbatasan Indonesia dengan Timor Leste di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ada 20 unit di Desa Alas Selatan, 20 di Desa Alas, 20 di Desa Alas Utara, 20 di Desa Kota Biru, Kecamatan Kobalima Timur, serta 20 unit di Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu.
Pembangunan rumah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Mensos Risma bersama Bupati Malaka Simon Nahak saat kunjungan kerja ke Kabupaten Malaka, Jumat (16/6).
Bantuan itu diberikan secara bertahap dimulai dengan pembangunan 20 unit rumah bagi warga di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur senilai Rp3,3 miliar.
Mensos mengatakan pembangunan rumah tahan bencana di area perbatasan merupakan bagian dari tugas Kementerian Sosial dalam menangani kawasan tertinggal, terpencil, dan terluar (3T).
Terkait bantuan rumah tahan bencana di kawasan 3T tersebut, Mensos akan mengupayakan anggaran untuk pembangunannya.
Selain bantuan pembangunan rumah tahan bencana, Mensos juga menyerahkan bantuan 100 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) dan 1.500 ekor ayam petelur untuk dikelola warga Malaka.
Dalam kunjungan kerjanya ke Malaka, mantan Wali Kota Surabaya ini juga mempersilakan warga menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satunya Kepala Desa Naimana Anna Seran yang mengeluhkan kondisi desanya yang berubah jadi jalan air saat hujan deras. Hal ini mengakibatkan banjir. Oleh karena itu, ia memohon agar dibantu titik kumpul untuk evakuasi warga berupa rumah panggung.
Namun, Risma menyebut membangun rumah titik kumpul bukan solusi. Menurutnya, berdasarkan penuturan bupati, hampir semua sungai di Malaka dangkal.
Meski begitu, Risma akan membantu warga desa tersebut dengan mendirikan lumbung sosial. "Nanti kami bangunkan lumbung sosial di kawasan itu supaya ada cadangan logistik saat banjir," katanya.
Aspirasi dari warga lainnya, seperti minimnya ketersediaan air bersih, permintaan akan pelatihan wirausaha, alat bantu pertanian, hingga kapal dan alat tangkapnya.
Permintaan untuk anak sekolah, di antaranya 100 sepeda dan 100 seragam, berikut perlengkapan sekolah juga menjadi catatan penting bagi Risma untuk disalurkan segera.
"Ada 20 unit di Desa Alas Selatan, 20 di Desa Alas, 20 di Desa Alas Utara, 20 di Desa Kota Biru, Kecamatan Kobalima Timur, serta 20 unit di Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu.
Pembangunan rumah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Mensos Risma bersama Bupati Malaka Simon Nahak saat kunjungan kerja ke Kabupaten Malaka, Jumat (16/6).
Bantuan itu diberikan secara bertahap dimulai dengan pembangunan 20 unit rumah bagi warga di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur senilai Rp3,3 miliar.
Mensos mengatakan pembangunan rumah tahan bencana di area perbatasan merupakan bagian dari tugas Kementerian Sosial dalam menangani kawasan tertinggal, terpencil, dan terluar (3T).
Terkait bantuan rumah tahan bencana di kawasan 3T tersebut, Mensos akan mengupayakan anggaran untuk pembangunannya.
Selain bantuan pembangunan rumah tahan bencana, Mensos juga menyerahkan bantuan 100 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) dan 1.500 ekor ayam petelur untuk dikelola warga Malaka.
Dalam kunjungan kerjanya ke Malaka, mantan Wali Kota Surabaya ini juga mempersilakan warga menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satunya Kepala Desa Naimana Anna Seran yang mengeluhkan kondisi desanya yang berubah jadi jalan air saat hujan deras. Hal ini mengakibatkan banjir. Oleh karena itu, ia memohon agar dibantu titik kumpul untuk evakuasi warga berupa rumah panggung.
Namun, Risma menyebut membangun rumah titik kumpul bukan solusi. Menurutnya, berdasarkan penuturan bupati, hampir semua sungai di Malaka dangkal.
Meski begitu, Risma akan membantu warga desa tersebut dengan mendirikan lumbung sosial. "Nanti kami bangunkan lumbung sosial di kawasan itu supaya ada cadangan logistik saat banjir," katanya.
Aspirasi dari warga lainnya, seperti minimnya ketersediaan air bersih, permintaan akan pelatihan wirausaha, alat bantu pertanian, hingga kapal dan alat tangkapnya.
Permintaan untuk anak sekolah, di antaranya 100 sepeda dan 100 seragam, berikut perlengkapan sekolah juga menjadi catatan penting bagi Risma untuk disalurkan segera.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Vale perkuat sinergi lintas sektor di peringatan Hari Dharma Samudera Morowali
19 January 2026 16:41 WIB
Dinas Sosial siapkan makanan siap saji untuk warga terdampak banjir di Palu
12 January 2026 15:25 WIB
PT Vale komitmen lestarikan budaya sebagai perekat sosial di Kabupaten Morowali
26 December 2025 10:44 WIB
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Pemerintah terus bangun bangun jembatan di Tapanuli Tengah untuk pacu ekonomi
25 January 2026 10:38 WIB
Hujan lebat diprakirakan masih berpotensi guyur Jabodetabek sepekan ke depan
24 January 2026 7:41 WIB