Parigi (antarasulteng.com) - Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu berharap lomba perahu layar memeriahkan Festival Pesona Teluk Tomini (FPTT) 2016 akan menjadi iven olahraga dan wisata berskala dunia pada tahun-tahun berikutnya.
"Karena ini baru permulaan, kita masih banyak kekurangan, tetapi berikutnya, saya akan persiapkan sebagai iven yang skalanya dunia dan dikenal serta diminati banyak peserta dari berbagai negara," katanya pada pelepasan peserta lomba perahu layar memeriahkan FPTT di Dermaga Pelelangan Ikan Desa Moutong Barat, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu.
Sebanyak 22 tim perahu layar ikut ambil bagian pada lomba itu. Mereka akan menyusuri pantai Teluk Tomini dan fisinih di eks Lokasi Sail Tomini 2015 di Dusun Kayu Bura, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah.
Para peserta akan melewati tujuh etape dan diperkirakan tiba di garis finish bertepatan dengan puncak acara FPTT 2016 pada Sabtu, 22 Oktober 2016.
Samsurizal mengaku saat menjabat Komandan Kodim di Parepare, Sulawesi Selatan, ia pernah memiliki gagasan menggelar lomba perahu layar seperti ini, dimulai dari perahu sandeq yang berukuran kecil, sampai akhirnya sekarang lomba perahu sandeq di Sulawesi Selatan dan Suaweis Barat yang telah mendunia.
"Sekarang lomba perahu sandeq itu menjadi terkenal dan sering dilombakan dari laut Inggris hingga ke Eropa. Saya berharap satu saat nanti lomba perahu layar Teluk Tomini juga bisa seperti itu," ujarnya.
Lomba perahu layar ini, katanya, diharapkan dapat memperkenalkan keindahan Teluk Tomini kepada masyarakat dunia. Meskipun Teluk Tomini terletak di 17 kabupaten di Sulteng dan Gorontalo, namun ia berharap `brand` Teluk Tomini tetap melekat pada Kabupaten Parigi Moutong.
"Kami ingin nama Teluk Tomini identik dengan Parigi Moutong, bukan tempat lain," ujarnya.
Para juara dalam lomba ini akan menerima hadiah yakni juara pertama mendapatkan uang tunai dari Pemkab Parimo dan BNI sebesar Rp15 juta dalam bentuk tabungan, juara kedua Rp9 juta, juara ketiga Rp6juta.
Peserta berasal dari tim Dinas Kelautan Perikanan Parigi Moutong, Dinas Sosial, Kecamatan Mepanga, Bolano Lambunu, Moutong, Parigi Selatan, Dinas PU, Kecamatan Sausu, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Kecamatan Tinombo, Kecamatan Bolano, Kasimbar, Badan Pembedayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Ongka Malino, Ketahanan Pangan, Tinombo Selatan, Ampibabo, Tomini, Parigi, Taopa dan Dinas Perhubungan.
"Karena ini baru permulaan, kita masih banyak kekurangan, tetapi berikutnya, saya akan persiapkan sebagai iven yang skalanya dunia dan dikenal serta diminati banyak peserta dari berbagai negara," katanya pada pelepasan peserta lomba perahu layar memeriahkan FPTT di Dermaga Pelelangan Ikan Desa Moutong Barat, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu.
Sebanyak 22 tim perahu layar ikut ambil bagian pada lomba itu. Mereka akan menyusuri pantai Teluk Tomini dan fisinih di eks Lokasi Sail Tomini 2015 di Dusun Kayu Bura, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah.
Para peserta akan melewati tujuh etape dan diperkirakan tiba di garis finish bertepatan dengan puncak acara FPTT 2016 pada Sabtu, 22 Oktober 2016.
Samsurizal mengaku saat menjabat Komandan Kodim di Parepare, Sulawesi Selatan, ia pernah memiliki gagasan menggelar lomba perahu layar seperti ini, dimulai dari perahu sandeq yang berukuran kecil, sampai akhirnya sekarang lomba perahu sandeq di Sulawesi Selatan dan Suaweis Barat yang telah mendunia.
"Sekarang lomba perahu sandeq itu menjadi terkenal dan sering dilombakan dari laut Inggris hingga ke Eropa. Saya berharap satu saat nanti lomba perahu layar Teluk Tomini juga bisa seperti itu," ujarnya.
Lomba perahu layar ini, katanya, diharapkan dapat memperkenalkan keindahan Teluk Tomini kepada masyarakat dunia. Meskipun Teluk Tomini terletak di 17 kabupaten di Sulteng dan Gorontalo, namun ia berharap `brand` Teluk Tomini tetap melekat pada Kabupaten Parigi Moutong.
"Kami ingin nama Teluk Tomini identik dengan Parigi Moutong, bukan tempat lain," ujarnya.
Dari hasil survei yang dilakukan panitia, setiap etape diperkirakan akan ditempuh dalam waktu 9,25 jam hingga 19,3 jam dengan jarak tempuh sekitar 34,2 mil hingga 17,2 mil.
Para juara dalam lomba ini akan menerima hadiah yakni juara pertama mendapatkan uang tunai dari Pemkab Parimo dan BNI sebesar Rp15 juta dalam bentuk tabungan, juara kedua Rp9 juta, juara ketiga Rp6juta.
Peserta berasal dari tim Dinas Kelautan Perikanan Parigi Moutong, Dinas Sosial, Kecamatan Mepanga, Bolano Lambunu, Moutong, Parigi Selatan, Dinas PU, Kecamatan Sausu, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Kecamatan Tinombo, Kecamatan Bolano, Kasimbar, Badan Pembedayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Ongka Malino, Ketahanan Pangan, Tinombo Selatan, Ampibabo, Tomini, Parigi, Taopa dan Dinas Perhubungan.
Untuk menjaga keamanan dan keselamatan selama pelayaran, para peserta dikawal oleh tim Polisi Peariran Polda Sulteng, Basarnas, Pos Lanal Parigi, Polres Parigi Moutong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, Tagana dan Bidang Perhubungan Laut Dishbubkominfo serta Dinsos.