Parigi, Sulteng (ANTARA) - Polres dan Bhayangkari Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menyalurkan 250 paket logistik untuk korban bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera melalui kerja dengan jasa pengiriman JNE.
"Bantuan ini bentuk keprihatinan terhadap saudara-saudara kami yang tertimpa musibah bencana alam," kata Kapolres Parigi Moutong AKBP Hendrawan di Parigi, Senin.
Ia mengemukakan, bantuan kemanusiaan itu untuk meringankan beban masyarakat terdampak karena masa tanggap darurat, logistik sandang dan pangan menjadi kebutuhan mendesak.
"Bahan makanan merupakan kebutuhan prioritas saat ini di lokasi bencana, sehingga kami memutuskan mengirim bantuan makanan cepat saji," ujarnya.
Sebanyak 250 paket logistik bantuan berisi makanan, pakaian, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dihimpun dari keluarga besar Polres dan Bhayangkari Parigi Moutong.
Seluruh bantuan kemudian diserahkan kepada JNE, untuk didistribusikan secara langsung ke daerah-daerah terdampak bencana di Sumatera.
Kata dia pengiriman bantuan merupakan bentuk empati dan rasa persaudaraan kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.
"Kami mengapresiasi peran JNE yang bersinergi dalam mempercepat proses distribusi bantuan ke wilayah bencana. Paling tidak logistik yang dikirim dapat meringankan beban mereka, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak," tutur Hendrawan.
Ia menegaskan dari aksi sosial kemanusiaan itu, Polres Parigi Moutong dan Bhayangkari berkomitmen hadir memberikan dukungan moral kepada masyarakat, tidak hanya melalui tugas pokok kepolisian, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan.
"Mungkin logistik kami berikan nilainya tidak seberapa, tetapi bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi mereka untuk bertahan hidup," ucapnya.
