Logo Header Antaranews Sulteng

Ditjenpas Sulteng berikan gerobak usaha bagi keluarga warga binaan

Senin, 27 April 2026 16:17 WIB
Image Print
Kanwil Ditjenpas Sulteng memberikan secara simbolis bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan di Lapas Kelas IIA Palu, Sulawesi Tengah, Senin (27/4/20206). ANTARA/Moh Salam

Palu (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan bantuan gerobak usaha dan paket sembako kepada keluarga warga binaan di daerah tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulteng Stady Steven Umboh mengatakan bantuan yang diberikan adalah bentuk kepedulian seluruh jajaran pemasyarakatan terhadap keluarga warga binaan yang membutuhkan dukungan ekonomi.

"Harapannya bantuan yang diberikan yakni gerobak usaha dapat menjadi motivasi bagi keluarga warga binaan, sehingga walaupun anggota keluarganya sedang menjalani pembinaan di dalam lapas, keluarga yang di luar tetap bisa diberdayakan," kata Stady saat ditemui awak media usai kegiatan Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Palu, Senin.

Ia mengemukakan bantuan gerobak usaha yang diberikan sebanyak 14 unit yang berasal dari 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah.

"Jadi untuk gerobak usaha ini totalnya ada 14 unit, karena terdapat 14 UPT Pemasyarakatan. Sehingga masing-masing UPT memberikan satu gerobak," ucapnya.

Ia menuturkan bantuan gerobak usaha tersebut dapat menjadi motivasi bagi keluarga warga binaan.

"Tentunya walaupun anggota keluarganya sedang menjalani pembinaan di dalam lapas, keluarga yang di luar tetap bisa diberdayakan sebagaimana mestinya, " sebutnya.

Menurut dia, pihaknya juga menyalurkan sebanyak 20 paket sembako yang berasal dari empat UPT seperti Lapas Kelas IIA Palu, Rutan Kelas IIA Palu, Bapas Kelas I Palu, dan LPKA Kelas II Palu.

Stady menyebutkan melalui momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 bisa menjadi titik refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan sinergi ke depan.

"Ke depan lembaga pemasyarakatan yang ada di Sulawesi Tengah di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bisa menjadi lebih baik lagi. Pelayanan kami juga diharapkan semakin prima, baik untuk melayani warga binaan maupun masyarakat di sekitar," kata dia.

Ia menjelaskan peringatan HBP tahun 2026 dapat menjadi momentum guna memperkuat kolaborasi antara petugas pemasyarakatan dengan aparat penegak hukum (APH) terkait lainnya di daerah.

"Pastinya Ditjenpas Sulteng berharap kehadiran pemasyarakatan tidak hanya dirasakan di dalam lembaga, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga warga binaan," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026