Jawa Barat ingin sebarkan pesan damai dengan angklung
Minggu, 20 November 2016 13:36 WIB
Ilustrasi- Konser Angklung (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)
Bandung (antarasulteng.com) - Jawa Barat ingin menyebarkan pesan perdamaian ke dunia menggunakan alat musik tradisional angklung.
"InsyaAllah kita bertekad terus untuk melestarikan angklung, siapkan kita menyebarkan angklung ke dunia. Mari kita sebar perdamaian dunia dengan angklung," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dalam acara Angklung Day 2016 Ahmad Heryawan di halaman Gedung Sate Bandung, Minggu.
Aher mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat menjaga dan memelihara angklung sebagai bagian dari budaya asli Jawa Barat yang sudah diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO.
"Mari kita membudayakan angklung, meskipun angklung ini milik dunia tapi masyarakat Jawa Barat harus menjadi yang paling depan melestarikan angklung di dunia," ujar dia.
Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada para pelajar yang terdiri atas siswa taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas yang hadir dalam acara tersebut.
"Saya bangga kepada adik-adik yang ada di Gedung Sate hari ini sudah bertekad melestarikan angklung agar tidak punah dan mau memperingati hari angklung dengan kegiatan ini," kata dia.
Sekitar 6.000 pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat memainkan angklung bersama-sama di halaman Gedung Sate Bandung dalam rangkaian acara Hari Angklung.
Mereka antara lain memainkan lagu tradisional "Peuyeum Bandung" dan "Yamko Rambe Yamko" serta lagu latar film animasi Frozen "Let It Go".
"InsyaAllah kita bertekad terus untuk melestarikan angklung, siapkan kita menyebarkan angklung ke dunia. Mari kita sebar perdamaian dunia dengan angklung," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dalam acara Angklung Day 2016 Ahmad Heryawan di halaman Gedung Sate Bandung, Minggu.
Aher mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat menjaga dan memelihara angklung sebagai bagian dari budaya asli Jawa Barat yang sudah diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO.
"Mari kita membudayakan angklung, meskipun angklung ini milik dunia tapi masyarakat Jawa Barat harus menjadi yang paling depan melestarikan angklung di dunia," ujar dia.
Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada para pelajar yang terdiri atas siswa taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas yang hadir dalam acara tersebut.
"Saya bangga kepada adik-adik yang ada di Gedung Sate hari ini sudah bertekad melestarikan angklung agar tidak punah dan mau memperingati hari angklung dengan kegiatan ini," kata dia.
Sekitar 6.000 pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat memainkan angklung bersama-sama di halaman Gedung Sate Bandung dalam rangkaian acara Hari Angklung.
Mereka antara lain memainkan lagu tradisional "Peuyeum Bandung" dan "Yamko Rambe Yamko" serta lagu latar film animasi Frozen "Let It Go".
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komunitas Angklung Gumati Nusantara berkomitmen lestarikan seni angklung di Jakarta
02 June 2023 7:57 WIB, 2023
Universitas La Sapienza, KBRI Roma undang Tim Rumah Angklung lokakarya
04 October 2016 11:13 WIB, 2016
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020