Pariwisata ramah lingkungan paling diminati di 2024
Selasa, 16 Januari 2024 7:40 WIB
Sejumlah pengunjung menggunakan sepeda di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (19/2/2023). ANTARA/Syaiful Hakim (.)
Yogyakarta (ANTARA) - Peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) Destha Titi Raharjana memperkirakan pariwisata dengan konsep ramah lingkungan bakal menjadi destinasi paling diminati wisatawan selama 2024.
"Seiring fenomena perubahan iklim yang terus terjadi tentunya mendorong kesiapan pengelola wisata untuk lebih mampu meyakinkan adanya praktik-praktik baik dalam pengelolaan lingkungan di destinasi wisata," kata Destha di Yogyakarta, Senin.
Pengelolaan lingkungan di desa-desa wisata, kata dia, juga diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap budaya setempat.
Menurut Destha, orientasi untuk mewujudkan pariwisata berkualitas harus mampu mengiringi proses dari perubahan tren pariwisata yang terus berjalan.
Pariwisata berkualitas, kata dia, mencakup sejumlah aspek yang meliputi peningkatan nilai tambah pariwisata, pengalaman wisatawan secara total, dan mendorong tindakan perbaikan daya dukung lingkungan.
Destha menuturkan minat terhadap pengalaman budaya di lokasi yang dikunjungi masih diminati wisatawan, apalagi Indonesia banyak menawarkan beraneka ragam kebudayaan sebagai pendukung kebangkitan sektor pariwisata.
"Tren untuk mendapatkan kebugaran di kala perjalanan wisata nampaknya juga semakin dicari. Lewat konsep 'wellness tourism' Indonesia adalah gudangnya," ujar dia.
Destha berpendapat keragaman fasilitas pendukung yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir seperti hotel dan restoran yang tersebar di beberapa destinasi utama berpeluang semakin mendukung peningkatan perekonomian pariwisata di Indonesia.
Menurut dia, tidak kalah penting adalah aspek digitalisasi untuk mendukung kegiatan pariwisata khususnya yang menyasar wisatawan generasi Z, yang lebih percaya dengan media sosial.
"Tentu saja pada akhirnya peluang dan tuntutan atas selera wisatawan perlu dijawab dengan kesiapan ekosistem pendukung sektor kepariwisataan agar daya saing kita semakin lebih baik," kata dia.
"Seiring fenomena perubahan iklim yang terus terjadi tentunya mendorong kesiapan pengelola wisata untuk lebih mampu meyakinkan adanya praktik-praktik baik dalam pengelolaan lingkungan di destinasi wisata," kata Destha di Yogyakarta, Senin.
Pengelolaan lingkungan di desa-desa wisata, kata dia, juga diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap budaya setempat.
Menurut Destha, orientasi untuk mewujudkan pariwisata berkualitas harus mampu mengiringi proses dari perubahan tren pariwisata yang terus berjalan.
Pariwisata berkualitas, kata dia, mencakup sejumlah aspek yang meliputi peningkatan nilai tambah pariwisata, pengalaman wisatawan secara total, dan mendorong tindakan perbaikan daya dukung lingkungan.
Destha menuturkan minat terhadap pengalaman budaya di lokasi yang dikunjungi masih diminati wisatawan, apalagi Indonesia banyak menawarkan beraneka ragam kebudayaan sebagai pendukung kebangkitan sektor pariwisata.
"Tren untuk mendapatkan kebugaran di kala perjalanan wisata nampaknya juga semakin dicari. Lewat konsep 'wellness tourism' Indonesia adalah gudangnya," ujar dia.
Destha berpendapat keragaman fasilitas pendukung yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir seperti hotel dan restoran yang tersebar di beberapa destinasi utama berpeluang semakin mendukung peningkatan perekonomian pariwisata di Indonesia.
Menurut dia, tidak kalah penting adalah aspek digitalisasi untuk mendukung kegiatan pariwisata khususnya yang menyasar wisatawan generasi Z, yang lebih percaya dengan media sosial.
"Tentu saja pada akhirnya peluang dan tuntutan atas selera wisatawan perlu dijawab dengan kesiapan ekosistem pendukung sektor kepariwisataan agar daya saing kita semakin lebih baik," kata dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Poso Energy: Pers berkontribusi dalam pengembangan energi ramah lingkungan
10 February 2026 9:30 WIB
PT DSI bangun PLTS atap 65,89 MWp di kawasan IMIP, Dorong transisi energi industri
24 January 2026 17:44 WIB
Dua perusahaan di kawasan IMIP terapkan teknologi efisiensi produksi rendah emisi
13 October 2025 18:53 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Balai Pelestarian Kebudayaan pasang garis pembatas penemuan tulang megalit di Lembah Napu
29 March 2026 22:04 WIB
Warga temukan situs megalitikum di areal tambang ilegal Dongi-Dongi kawasan TNLL
05 March 2026 3:44 WIB