Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan dua desa di Kabupaten Donggala terendam banjir.
 
"Dari laporan yang kami terima, dua desa yang terendam banjir yakni Desa Kumbasa, Kecamatan Sindue dan Desa Saloya di Kecamatan Sindue Tambusabora," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulteng Andi Sembiring di Kota Palu, Rabu.
 
Ia menjelaskan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulteng dan kabupaten setempat masih melakukan pendataan lapangan, di mana peristiwa ini terjadi dipicu intensitas hujan lebat yang mengguyur Rabu pagi (24/1) sehingga mengakibatkan sungai setempat meluap ke pemukiman warga.
 
Di Desa Kumbasa terdapat 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dan saat ini masih terisolasi karena debit air sungai yang tinggi menyebabkan satu unit jembatan rusak sehingga belum dapat diakses.
 
"Untuk saat ini kebutuhan mendesak di Desa Kumbasa masih diasesmen oleh tim di lapangan dan jembatan masih belum bisa diakses," katanya.
 
Sementara itu, di Desa Saloya sebanyak 93 KK terdampak banjir di antaranya Dusun dua sebanyak 60 KK, Dusun empat 13 KK, Dusun lima 13 KK dan Dusun tujuh 7 KK. Banjir juga merendam satu lapangan desa dan satu unit Pondok Bersalin Desa (Polindes).
 
Dia menambahkan hujan telah reda di kedua desa tersebut, dan warga Desa Saloya sudah mulai membersihkan rumah masing-masing.
 
"Saat ini tim masih melakukan asesmen dan berupaya untuk melakukan normalisasi sungai di Desa Saloya," katanya.
 
Andi Sembiring mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi karena Provinsi Sulawesi Tengah mulai memasuki musim hujan yang diperkirakan puncaknya pada Januari ini hingga Februari*

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024