Logo Header Antaranews Sulteng

Brimob Polda-Sulteng bersihkan rumah warga terdampak banjir di Donggala

Rabu, 14 Januari 2026 10:38 WIB
Image Print
Tim SAR gabungan Brimob Polda Sulteng saat membersihkan sisa material banjir dan tanah longsor di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (14/1/2026). ANTARA/HO-Polda Sulteng

Donggala (ANTARA) - Tim SAR Gabungan dari Brimob Polda Sulawesi Tengah membantu membersihkan rumah-rumah masyarakat yang terendam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Dansat Brimob Polda Sulteng, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre mengatakan pihaknya membantu warga mengeluarkan material lumpur tebal yang masuk ke dalam ruang tamu hingga dapur.

"Tentunya aksi bersih-bersih ini untuk meringankan beban masyarakat, terutama lansia dan keluarga yang kesulitan membersihkan sisa banjir sendirian," kata Kurniawan saat ditemui awak media di Donggala, Rabu.

Ia mengemukakan pembersihan rumah warga merupakan bagian dari pelayanan prima Polri dalam situasi kontinjensi.

"Saya sudah instruksikan personel untuk langsung turun membantu membersihkan rumah-rumah warga di Desa Wani. Fokus kami adalah memastikan hunian mereka kembali layak dan sehat untuk ditempati," ucapnya.

Ia menuturkan semangat gotong royong antara petugas dan masyarakat adalah kunci utama agar trauma pascabencana bisa segera teratasi.

"Brimob hadir untuk masyarakat. Kami tidak akan berhenti sampai lingkungan ini benar-benar bersih dan warga bisa beristirahat dengan nyaman di rumah mereka masing-masing," sebutnya.

Selain itu, Brimob Polda Sulteng bersama instansi terkait juga melakukan pembukaan akses jalan yang sempat terputus akibat pohon tumbang di daerah tersebut.

"Jadi evakuasi pohon ini menjadi prioritas agar alat berat serta kendaraan pengangkut logistik bantuan dapat menjangkau titik-titik terdampak di bagian dalam desa yang sebelumnya sulit diakses," kata dia.

Kurniawan menyebutkan pentingnya respon cepat dalam situasi darurat penanganan bencana alam sehingga aktivitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.

"Pada prinsipnya ini bentuk pengabdian kepada masyarakat, dan seluruh anggota ini tetap sigap dalam membantu warga membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan material banjir ini," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Sulteng mencatat sebanyak 26 desa di Kabupaten Donggala terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Banjir dan tanah longsor itu menerjang enam kecamatan seperti Tanantovea, Labuan, Sindue, Banawa, Banawa Tengah, dan Rio Pakava.

Total warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor tersebar di wilayah Tanantovaea, Labuan, dan Banawa Tengah berjumlah 205 kepala keluarga (KK) dengan 625 jiwa.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026