Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Donggala perkuat tata kelola gizi percepat penurunan stunting

Senin, 4 Mei 2026 17:04 WIB
Image Print
Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan. ANTARA/HO-Pemkab Donggala

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong perbaikan tata kelola dan penguatan intervensi gizi sebagai upaya percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.

Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan di Banawa, Senin, mengatakan pentingnya dilakukan evaluasi seluruh capaian dan mengidentifikasi kendala selama ini dalam penurunan stunting di Donggala.

"Jadi pelaksanaan evaluasi ini bertujuan untuk merumuskan langkah ke depan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam menurunkan angka stunting," kata dia.

Ia mengemukakan seluruh pihak dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) bisa memastikan seluruh program pemerintah daerah berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata di masyarakat.

"Tentunya masih ada persoalan menjadi kendala utama, mulai dari aspek tata kelola, koordinasi, anggaran, hingga validitas data," ucapnya.

Menurut dia, intervensi gizi spesifik yakni pemberian ASI eksklusif, konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pemberian makanan pendamping ASI masih perlu ditingkatkan.

"Intervensi sensitif seperti pendampingan calon pengantin, akses sanitasi layak, serta pola asuh dan pemenuhan gizi anak yang masih menjadi tantangan di lapangan," katanya.

Ia menuturkan ke depan seluruh pihak fokus pada intervensi yang memiliki daya ungkit tinggi, khususnya yang menyasar calon pengantin, ibu hamil, dan anak di bawah dua tahun.

"Harapannya hasil evaluasi ini menjadi dasar perbaikan program agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat," kata dia.

Target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada 2026 ditetapkan 24,3 persen, sedangkan angka stunting 2025 mencapai 29,6 persen.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026