UIN Datokarama berdayakan komunitas pegiat musik
Jumat, 23 Februari 2024 14:46 WIB
Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman S Thahir menyampaikan sambutan pada rapat kerja UIN Datokarama di Palu. (ANTARA/HO-Kiswanto)
Palu (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama berdayakan komunitas pegiat musik di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dalam rangka menopang upaya pemerintah mengembangkan bakat dan minat di bidang seni musik.
"Upaya ini sekaligus menjadi satu kontribusi UIN Datokarama membantu pemerintah membangun kesejahteraan masyarakat," kata Rektor UIN Datokarama Profesor Kiai Haji Lukman S Thahir, di Palu, Jumat.
Salah satu kelompok pegiat musik yang diberdayakan oleh UIN Datokarama adalah pegiat musik acoustic. Mereka adalah Arifudin atau biasa disapa Ojo pemain gitar bass, Hendrik Siswanto gitaris sekaligus vocal, Benny pemain biola/violin, dan Fuad pemian saksofon.
Mereka ini telah dilibatkan oleh UIN Datokarama pada kegiatan rapat kerja perguruan tinggi Islam negeri tersebut, yang berlangsung di Kota Palu.
Dalam kegiatan itu, para pegiat musik tersebut menghibur para peserta di waktu - waktu istirahat.
Rektor mengatakan bahwa mereka para pegiat musik yang diberdayakan, tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan - kegiatan seremonial UIN Datokarama.
Melainkan, ujar Rektor, mereka pegiat musik juga akan membantu UIN Datokarama mengembangkan bakat dan minat mahasiswa di bidang seni musik acoustic.
"Mereka bisa berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa UIN Datokarama pada hari senggang Jumat dan Sabtu," sebutnya.
Pelibatan pegiat musik dalam mengembangkan bakat dan minat mahasiswa, sejalan dengan visi UIN Datokarama Palu yaitu mengembangkan kemampuan mahasiswa menjadi wirausaha/enterpreneurship.
UIN Datokarama saat ini terus berupaya mengembangkan kompetensi mahasiswa dari aspek pengetahuan dan keterampilan termasuk di dalamnya kemampuan berusaha.
Hal ini agar mahasiswa UIN Datokarama ketika selesai menimbah ilmu pengetahuan jenjang strata satu, tidak menjadi pengangguran di masyarakat.
"Upaya ini sekaligus menjadi satu kontribusi UIN Datokarama membantu pemerintah membangun kesejahteraan masyarakat," kata Rektor UIN Datokarama Profesor Kiai Haji Lukman S Thahir, di Palu, Jumat.
Salah satu kelompok pegiat musik yang diberdayakan oleh UIN Datokarama adalah pegiat musik acoustic. Mereka adalah Arifudin atau biasa disapa Ojo pemain gitar bass, Hendrik Siswanto gitaris sekaligus vocal, Benny pemain biola/violin, dan Fuad pemian saksofon.
Mereka ini telah dilibatkan oleh UIN Datokarama pada kegiatan rapat kerja perguruan tinggi Islam negeri tersebut, yang berlangsung di Kota Palu.
Dalam kegiatan itu, para pegiat musik tersebut menghibur para peserta di waktu - waktu istirahat.
Rektor mengatakan bahwa mereka para pegiat musik yang diberdayakan, tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan - kegiatan seremonial UIN Datokarama.
Melainkan, ujar Rektor, mereka pegiat musik juga akan membantu UIN Datokarama mengembangkan bakat dan minat mahasiswa di bidang seni musik acoustic.
"Mereka bisa berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa UIN Datokarama pada hari senggang Jumat dan Sabtu," sebutnya.
Pelibatan pegiat musik dalam mengembangkan bakat dan minat mahasiswa, sejalan dengan visi UIN Datokarama Palu yaitu mengembangkan kemampuan mahasiswa menjadi wirausaha/enterpreneurship.
UIN Datokarama saat ini terus berupaya mengembangkan kompetensi mahasiswa dari aspek pengetahuan dan keterampilan termasuk di dalamnya kemampuan berusaha.
Hal ini agar mahasiswa UIN Datokarama ketika selesai menimbah ilmu pengetahuan jenjang strata satu, tidak menjadi pengangguran di masyarakat.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulteng segera bayarkan UKT 2.173 mahasiswa UIN Datokarama Palu penerima beasiswa
11 February 2026 12:48 WIB
Rektor UIN Datokarama Palu perjuangkan hak generasi muda peroleh pendidikan
25 January 2026 18:45 WIB
Pemprov Sulteng gandeng UIN Datokarama Palu sukseskan Program Berani Cerdas
10 January 2026 18:19 WIB
Rektor UIN-Datokarama Palu ajak belajar keikhlasan sebagai refleksi HAB Kemenag
04 January 2026 8:02 WIB