
PTKIN Kemenag: UIN Palu harus fokus transfer pengetahuan

Palu (ANTARA) - Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama (Kemenag) Prof Phil Sahiron menyatakan Universitas IsIam Negeri (UIN) Datokarama Palu harus fokus pada transfer pengetahuan guna implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"PTKIN fokus pada tiga agenda penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi," kata Phil Sahiron saat memaparkan materi secara virtual dalam rapat kerja UIN Datokarama, Kamis.
Dalam rapat itu ia mengemukakan tugas pertama UIN Datokarama dan PTKIN lainnya yaitu melakukan transfer pengetahuan dalam kerangka implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Makan UIN Datokarama dan PTKIN lainnya di seluruh Indonesia harus melakukannya dengan baik, dan dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas.
Lalu tugas kedua yaitu, melakukan pengembangan pengetahuan atau pengembangan keilmuan yang di dalamnya merupakan integrasi keilmuan antara studi Islam dengan ilmu-ilmu umum.
Saat ini pengembangan keilmuan di tingkat perguruan tinggi khususnya di PTKIN terasa lambat, baik dalam proses pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
"Para pimpinan PTKIN termasuk UIN Datokarama harus mengingatkan dosen untuk melakukan pengembangan keilmuan," ujarnya.
Sebagai akademisi/dosen PTKIN, kata dia, pengembangan keilmuan adalah keharusan yang wajib dilakukan dan Kemenag memberikan dukungan kepada para dosen untuk melakukan hal tersebut.
"UIN Datokarama harus bekerja keras semaksimal mungkin untuk melakukan pengembangan keilmuan," ucap Sahiron.
Kemudian tugas ketiga yakni, berkewajiban melakukan pembangunan karakter generasi muda yang harus diikutkan dengan menanamkan nilai-nilai hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan sesama manusia, serta hubungan manusia dengan alam.
"Pembangunan karakter harus masuk prioritas dan dilakukan secara berkelanjutan," kata dia lagi.
Direktur PTKIN Kemenag salah satu pembicara dalam rapat kerja yang dilaksanakan UIN Datokarama pada 8-10 April 2026, dengan tema "penguatan distingsi kelembagaan menuju Indonesia emas 2045".
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
