Lima kru kapal yang tenggelam di Laut Banda dilaporkan selamat
Kamis, 14 Maret 2024 8:49 WIB
Tangkapan layar - Video yang merekam kelima kru kapal motor dengan nama pelayaran KM Sweet yang tenggelam usai dihantam gelombang besar, ditemukan terombang-ambing di perairan Laut Banda, Ambon, Rabu (13/3/2024). ANTARA/HO-Kantor SAR Ambon.
Jakarta (ANTARA) - Kepala Kantor SAR Ambon Maluku Muhammad Arif Anwar melaporkan telah diterima informasi bahwa lima dari delapan kru kapal motor dengan pelayaran KM Sweet yang tenggelam di perairan Laut Banda ditemukan selamat.
"Ketiga kru kapal itu ditemukan terombang-ambing hanya bermodal pelampung di laut oleh nelayan yang kebetulan melintas petang tadi 17.35 WITA," katanya yang dihubungi dari Jakarta, Rabu.
Ia memastikan, kelima korban yang bernama Rusdin, Hamid Ely, Kelvin Tuhumena, Naril Wolio, dan Nadil Tomia itu saat ini sudah dalam penanganan dari tim SAR gabungan yang memang sedang melaksanakan tugas pencarian hari ketiga.
Setelah memastikan kelima korban itu mendapatkan perawatan medis, tim SAR gabungan sempat melakukan penyisiran ke sekitar lokasi korban ditemukan.
Tim SAR gabungan terdiri atas Kantor SAR Ambon, Polairud, dan TNI AL itu melakukan penyisiran yang berlangsung di Perairan laut banda, atau sekitar 35 mil laut (NM) dari Pulau Seram Bagian Timur.
Namun menurut dia, saat proses pencarian tim dihadapkan dengan cuaca yang secara tiba-tiba memburuk, sehingga pencarian dihentikan sekitar pukul 19.00 WITA, dan akan dilanjutkan Kamis (14/3) pagi.
Sebelumnya, petugas piket Basarnas menerima laporan dari warga bahwa KM Sweet berlayar dari Pulau Banda Neira untuk mencari ikan dengan tujuan Dermaga Desa Tantui, Ambon.
Dalam pelayaran pada Senin (11/3), sekitar 10 mil laut (NM) dari perairan Negeri Seri, kapal itu dihantam gelombang besar, yang menyebabkan badan kapal rusak hingga akhirnya tenggelam.
Hingga saat ini masih ada tiga kru kapal yang belum berhasil ditemukan, masing-masing bernama Arsywandy Syahwal, Hasan Nur Tualepe, dan Imanuel Kresio Ririhena.
"Ketiga kru kapal itu ditemukan terombang-ambing hanya bermodal pelampung di laut oleh nelayan yang kebetulan melintas petang tadi 17.35 WITA," katanya yang dihubungi dari Jakarta, Rabu.
Ia memastikan, kelima korban yang bernama Rusdin, Hamid Ely, Kelvin Tuhumena, Naril Wolio, dan Nadil Tomia itu saat ini sudah dalam penanganan dari tim SAR gabungan yang memang sedang melaksanakan tugas pencarian hari ketiga.
Setelah memastikan kelima korban itu mendapatkan perawatan medis, tim SAR gabungan sempat melakukan penyisiran ke sekitar lokasi korban ditemukan.
Tim SAR gabungan terdiri atas Kantor SAR Ambon, Polairud, dan TNI AL itu melakukan penyisiran yang berlangsung di Perairan laut banda, atau sekitar 35 mil laut (NM) dari Pulau Seram Bagian Timur.
Namun menurut dia, saat proses pencarian tim dihadapkan dengan cuaca yang secara tiba-tiba memburuk, sehingga pencarian dihentikan sekitar pukul 19.00 WITA, dan akan dilanjutkan Kamis (14/3) pagi.
Sebelumnya, petugas piket Basarnas menerima laporan dari warga bahwa KM Sweet berlayar dari Pulau Banda Neira untuk mencari ikan dengan tujuan Dermaga Desa Tantui, Ambon.
Dalam pelayaran pada Senin (11/3), sekitar 10 mil laut (NM) dari perairan Negeri Seri, kapal itu dihantam gelombang besar, yang menyebabkan badan kapal rusak hingga akhirnya tenggelam.
Hingga saat ini masih ada tiga kru kapal yang belum berhasil ditemukan, masing-masing bernama Arsywandy Syahwal, Hasan Nur Tualepe, dan Imanuel Kresio Ririhena.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dermaga ambruk di Pulau Hatta, SAR Ambon evakuasi tujuh korban tewas
31 October 2024 10:42 WIB, 2024
Gempa berkekuatan M5,4 yang guncang Maluku dipicu pergeseran lempeng
27 February 2024 9:18 WIB, 2024
Capres Anies: Lumbung Ikan Nasional terealisasi di Maluku jika terpilih
16 January 2024 7:26 WIB, 2024
Capres Anies batal temui raja-raja Maluku antisipasi pelanggaran kampanye
15 January 2024 7:39 WIB, 2024