Palu,  (antarasulteng.com) - Harga sejumlah komoditi unggulan Sulawesi Tengah di pasaran setempat hingga kini masih tetap bertahan sama seperti sebelumnya.

Di sejumlah pengumpul hasil bumi di Palu, Senin, harga kakao belum bergeser, masih sama seperti sebelumnya Rp28.000/kg, kopi biji Rp25.000/kg, cengkih Rp100.000/kg dan kopra Rp10.000/kg.

Menurut para pedagang, perkembangan harga sangat tergantung dari pasar luar.

Misalkan, kakao lebih banyak dipengaruhi harga yang terjadi di pasaran luar negeri. "Kalau harga di pasaran luar negeri membaik, maka di Palu juga ikut membaik dan sebaliknya," kata Jemmy, seorang pengumpul hasil bumi di kota itu.

Begitu pula dengan harga komoditi perkebunan lain seperti kopra, cengkih dan kopi."Tetapi naik-turunnya harga tergantung perkembangan harga dalam negeri," kata dia.

Harga cengkih mengikuti perkembangan harga di Surabaya dan kopra di Bitung. Kalau kedua komoditi itu bergerak naik di tingkat pabrik, maka di Palu juga ikut naik dan sebaliknya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Zainuddin membenarkan harga beberapa jenis komoditi unggulan di daerah ini masih tetap bertahan seperti pekan-pekan sebelumnya.

Komoditi-komoditi tersebut, kata dia, masih menjadi unggulan yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di Sulteng karena sebagian besar bergantung pada komoditi dimaksud.

Pada era tahun 80-2000,komoditi kakao dan kopra banyak menyumbangkan devisa ekspor bagi provinsi ini. Kedua komoditi itu merupakan penyumbang devisa terbesar ekspor nonmigas Sulteng. 

Pewarta : Anas Masa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2024