Alhamdulillah, Listrik Palu Surplus Daya 10 MW
Rabu, 3 Mei 2017 14:01 WIB
Pekerja menyelesaikan pemasangan travo listrik pada lomba kelistrikan di depan kantor PLN Palu beberapa bulan lalu. Lomba digelar dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-69.(ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Palu (antarasulteng.com) - Sistem kelistrikan Palu, Donggala, Parigi dan Sigi (Palapas) kini sudah kembali normal bahkan mengalami surplus daya sebesar 10 Megawatt (MW) setelah sebelumnya defisit sekitar 60 MW akibat robohnya tiang dihajar banjir.
Manager PT PLN Area Palu, Emir Muhaimin di Palu, Rabu, mengatakan sistem Palapas sebelumnya defisit akibat suplai daya PLTA Poso terhenti setelah tower No.46 di Poso Pesisir yang mengantar listrik tegangan tinggi dari PLTA Poso menuju gardu induk (GI) Sidera di Kabupaten Sigi, roboh diterjang banjir bandang pada 24 April 2017.
Selama sepekan, Palu dan tiga kabupaten lainnya yang selama ini masuk dalam sistem kelistrikan Palapas terpaksa mengalami pemadaman bergilir.
Tetapi sejak Senin (1/5), pemadaman sudah berakhir setelah PLN berhasil membangun tower darurat pengganti tower yang roboh di hantam banir Sungai Puna, Poso pesisir tersebut.
Sekarang ini, kata Emir, sistem Palapas sudah mendapat suplai daya sebesar 24 MW dari PLTA sehingga saat ini sudah surplus daya.
Sistem Palapas selama ini selain mendapat suplai daya dari PLTA Poso, juga dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang berpusat di Desa Mpanau, Mamboro serta Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) milik PT PLN Area Palu.
Ia berharap semua pembangkit bisa beroperasi normal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan industri yang ada di Kota Palu dan kabupaten lainnya di Provinsi Sulteng.
PLN Area Palu, PLN Cabang Luwuk dan PLN Cabang Tolitoli masuk dalam wilayah kerja PT PLN Wilayah VII Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulut-Tenggo).
Untuk meningkatkan keandalan pelayanan listrik, terutama menjelang bulan Ramadhan, Emir menyebut bahwa PLN di seluruh wilayah kini aktif dalam memelihara jaringan distribusi, khususnya pemangkasan pepohonan yang berpotensi mengganggu jaringan distribusi. ***
Manager PT PLN Area Palu, Emir Muhaimin di Palu, Rabu, mengatakan sistem Palapas sebelumnya defisit akibat suplai daya PLTA Poso terhenti setelah tower No.46 di Poso Pesisir yang mengantar listrik tegangan tinggi dari PLTA Poso menuju gardu induk (GI) Sidera di Kabupaten Sigi, roboh diterjang banjir bandang pada 24 April 2017.
Selama sepekan, Palu dan tiga kabupaten lainnya yang selama ini masuk dalam sistem kelistrikan Palapas terpaksa mengalami pemadaman bergilir.
Tetapi sejak Senin (1/5), pemadaman sudah berakhir setelah PLN berhasil membangun tower darurat pengganti tower yang roboh di hantam banir Sungai Puna, Poso pesisir tersebut.
Sekarang ini, kata Emir, sistem Palapas sudah mendapat suplai daya sebesar 24 MW dari PLTA sehingga saat ini sudah surplus daya.
Sistem Palapas selama ini selain mendapat suplai daya dari PLTA Poso, juga dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang berpusat di Desa Mpanau, Mamboro serta Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) milik PT PLN Area Palu.
Ia berharap semua pembangkit bisa beroperasi normal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan industri yang ada di Kota Palu dan kabupaten lainnya di Provinsi Sulteng.
PLN Area Palu, PLN Cabang Luwuk dan PLN Cabang Tolitoli masuk dalam wilayah kerja PT PLN Wilayah VII Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulut-Tenggo).
Untuk meningkatkan keandalan pelayanan listrik, terutama menjelang bulan Ramadhan, Emir menyebut bahwa PLN di seluruh wilayah kini aktif dalam memelihara jaringan distribusi, khususnya pemangkasan pepohonan yang berpotensi mengganggu jaringan distribusi. ***
Pewarta : Anas Masa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN atur beban listrik bertahap jaga keandalan pasokan di Sulawesi Tengah
01 September 2026 19:24 WIB
Pemprov Sulawesi Tengah targetkan elektrifikasi listrik 100 persen pada 2028
01 September 2026 8:14 WIB
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020