Warga Sulteng Diminta Waspada Bencana
Kamis, 22 Juni 2017 11:59 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - BMKG (istimewa)
Palu, (antarasulteng.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, untuk tetap mewaspadai curah hujan di daerah itu masih tinggi.
"Dalam beberapa hari ke depan hampir seluruh wilayah Sulteng masih berpoetensi besar diguyur hujan lebat," kata Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu, Kasiron, Rabu.
Ia mengatakan bukan hanya curah hujan yang tinggi, tetapi juga disertai angin kencang dan petir sehingga patut diwaspadai oleh masyarakat, terutama warga yang mudik Lebaran menggunakan jalur darat, sebab jalan dipastikan licin.
Selain badan jalan licin, juga perlu diwaspadai banjir dan longsor.
Wilayah Sulteng yang masih dilanda cuaca ekstrem, teramasuk di Kabupaten Buol dan Tolitoli. Tolitoli sangat rawan banjir karena sungainya di tengah kota.
Karena itu, masyarakat di wilayah tersebut perlu tetap waspada karena banjir setiap saat bisa mengancam saat hujan lebat mengguyur daerah itu.
Wilayah lainnya, Kabupaten Banggai, Poso, Tojo Una-Una, Morowali Utara, Morowali, Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng juga termasuk rawan banjir bandang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala mengatakan pihaknya di semua kabupaten/kota di provinsi ini tetap siaga.
"Kami tetap siaga dan jika terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor seperti yang melanda beberapa wilayah di Sulteng, termasuk Tolitoli, Poso, Donggala, Tojo Una-Una, Morowali Utara langsung mengirim tim dan bantuan ke lokasi," katanya.
Di Sulteng, kata dia, hampir semua wilayah rawan banjir dan tanah longsor karena banyak sungai dan tanahnya labil. (skd)
"Dalam beberapa hari ke depan hampir seluruh wilayah Sulteng masih berpoetensi besar diguyur hujan lebat," kata Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu, Kasiron, Rabu.
Ia mengatakan bukan hanya curah hujan yang tinggi, tetapi juga disertai angin kencang dan petir sehingga patut diwaspadai oleh masyarakat, terutama warga yang mudik Lebaran menggunakan jalur darat, sebab jalan dipastikan licin.
Selain badan jalan licin, juga perlu diwaspadai banjir dan longsor.
Wilayah Sulteng yang masih dilanda cuaca ekstrem, teramasuk di Kabupaten Buol dan Tolitoli. Tolitoli sangat rawan banjir karena sungainya di tengah kota.
Karena itu, masyarakat di wilayah tersebut perlu tetap waspada karena banjir setiap saat bisa mengancam saat hujan lebat mengguyur daerah itu.
Wilayah lainnya, Kabupaten Banggai, Poso, Tojo Una-Una, Morowali Utara, Morowali, Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng juga termasuk rawan banjir bandang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala mengatakan pihaknya di semua kabupaten/kota di provinsi ini tetap siaga.
"Kami tetap siaga dan jika terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor seperti yang melanda beberapa wilayah di Sulteng, termasuk Tolitoli, Poso, Donggala, Tojo Una-Una, Morowali Utara langsung mengirim tim dan bantuan ke lokasi," katanya.
Di Sulteng, kata dia, hampir semua wilayah rawan banjir dan tanah longsor karena banyak sungai dan tanahnya labil. (skd)
Pewarta : Anas Masa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG sebut massa udara dan suhu laut hangat sebabkan hujan di Sulawesi Tengah
12 September 2026 10:32 WIB
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020