Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawes Tengah mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah itu.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pentingnya peran aparat penegak hukum seperti TNI-Polri menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sigi.
"Jadi dalam rapat Forkopimda ini membahas sejumlah isu strategis terkait keamanan dan ketertiban, termasuk masih maraknya tindak kriminalitas di Sigi," kata Rizal Intjenae kepada awak media di Desa Kotapulu, Kamis.
Ia menuturkan agar pertemuan antara pemerintah daerah dan Forkopimda seperti ini rutin dilakukan sebagai wadah lintas sektor.
"Tentunya dengan pertemuan ini dapat menyatukan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dan TNI-Polri dalam menangani kriminalitas seperti peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba dan pencurian," ucapnya.
Ia mengemukakan melalui rapat dan pertemuan Forkopimda tersebut guna merespons cepat dinamika dan tantangan yang ada di tengah masyarakat.
"Sinergisitas semua pihak penting dijaga termasuk dengan masyarakat sebab kamtibmas merupakan fondasi utama pembangunan, sehingga harapannya koordinasi seperti ini menjadi agenda rutin untuk memastikan kita selalu satu visi dalam menyikapi dinamika daerah," sebutnya.
Sementara itu, Wakapolres Sigi Kompol Sulardi menyebutkan untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, pihaknya akan meningkatkan patroli, baik di jajaran Polres maupun Polsek.
"Jadi patroli ini fokusnya untuk mencegah terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba, miras dan tawuran antar pemuda di Kabupaten Sigi," katanya.
Menurut dia, Polres Sigi sudah melakukan pemetaan wilayah rawan terjadinya tawuran sehingga patroli diarahkan ke titik rawan tersebut.
"Ini menjadi atensi Polres Sigi untuk menekan angka kriminalitas di Kabupaten Sigi," ucap Sulardi.
Perwira Penghubung Kabupaten Sigi Kodim 1306 Kota Palu Mayor Tarno meminta agar dilakukan tes urine secara acak kepada masyarakat dan ASN di daerah itu.
"Jadi, tes urine ini sasarannya masyarakat, PNS dan anak-anak muda sebagai upaya pencegahan terjadinya penyalahgunaan narkotika sejak dini," ujarnya.
Tarno menjelaskan di Kabupaten Sigi masih banyak minuman keras jenis saguer dan cap tikus yang diperjualbelikan bebas oleh masyarakat.
"Di Sigi ini miras botolan memang jarang, tapi jenis saguer dan cap tikus ini masih ada dan kerap kali menjadi pemicu terjadinya perkelahian sehingga mengakibatkan adanya korban jiwa," kata Tarno.
Ia mengusulkan agar pemerintah daerah mengajari masyarakat agar saguer diolah menjadi gula aren yang bernilai ekonomi, hal itu sebagai salah satu solusi jangka panjang.
"Kalau saguer ini diolah menjadi gula aren pastinya lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi daripada menjualnya sebagai minuman keras," tuturnya.
Diketahui rapat forkopimda itu menjadi forum evaluasi dan wadah untuk mempererat komunikasi antarpimpinan daerah dalam menyusun langkah-langkah strategis yang terpadu, efektif, dan responsif terhadap kondisi nyata di lapangan.