Sebanyak 1,5 juta bibit kakao untuk petani

id Sigi,Sulteng,Pemkab Sigi,Bibit Kakao,Petani,Bantuan Kementerian Pertanian

Sebanyak 1,5 juta bibit kakao untuk petani

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi (tengah) saat berkunjung ke Balai Penyuluh Pertanian Gumbasa di Desa Pandere, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. ANTARA/Moh Salam

Sigi (ANTARA) - Wakil Bupati Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Samuel Yansen Pongi mengatakan segera mendistribusikan bantuan 1,5 juta bibit tanaman Kakao untuk meningkatkan produktivitas petani kakao di daerah tersebut.

"Jadi pemerintah daerah sudah menandatangani bahwa Kabupaten Sigi akan mendapatkan bibit kakao dari Kementerian Pertanian sebanyak 1,5 juta bibit kakao tahun 2026," kata Samuel saat ditemui awak media di Sigi, Jumat.

Menurut dia, saat ini pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat sedang mendata kelompok-kelompok tani di Kabupaten Sigi.

"Hingga saat ini kami sedang melakukan proses penyiapan kelompok-kelompok tani yang berhak akan menerima dan mendapatkan bibit kakao tersebut dengan syarat ada calon penerima dan calon lokasinya (CPCL)," ujar dia.

Ia mengatakan nantinya bantuan bibit kakao itu difokuskan pada sejumlah wilayah seperti Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu, Palolo, Dolo, Dolo Selatan, dan Nokilalaki.

"Tentunya tetap tidak menutup kemungkinan ada beberapa wilayah lainnya seperti di Gumbasa juga bisa mendapatkan alokasi bibit kakao tersebut," katanya.

Menurut dia, bantuan bibit kakao dari Kementerian Pertanian itu khusus untuk peningkatan sektor perkebunan di Kabupaten Sigi.

"Pada prinsipnya seluruh bibit kakao itu akan diberikan kepada petani yang sudah menyiapkan lahannya dan sebagian besar lokasinya berada di daerah pegunungan makanya alokasi terbesarnya di Kulawi Raya," ujar dia.

Samuel menyebutkan alokasi bantuan kakao itu sebanyak 1,5 juta bibit untuk 1.500 hektare. Dan diketahui luas lahan perkebunan kakao di Kabupaten Sigi saat ini mencapai 27.885 hektare.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.