Logo Header Antaranews Sulteng

Taruna Akpol selamatkan anak terseret arus di Aceh Tamiang

Sabtu, 31 Januari 2026 13:20 WIB
Image Print
Korban terseret arus sungai menjalani perawatan di Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO-Bidhumas Polda Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Tiga taruna Akademi Kepolisian (Akpol) peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI yang terlibat pemulihan pascabencana menyelamatkan seorang anak terseret arus sungai di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan anak tersebut bernama Haikal. Haikal terseret arus sungai di kawasan bawah jembatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang.
"Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/1) pukul 16.45 WIB. Haikal dilaporkan hanyut saat berusaha mengambil barang miliknya yang terjatuh ke sungai di bawah Jembatan Kuala Simpang," kata Joko Krisdiyanto.
Pada saat kejadian, kata dia, para peserta Latsitardanus dari taruna Akpol sedang berada di lokasi untuk persiapan kegiatan bakti sosial dan pemulihan trauma masyarakat terdampak bencana
"Melihat ada seorang anak yang terseret arus sungai, tiga taruna Akpol dengan sigap langsung memberikan pertolongan," kata Joko Krisdiyanto.
Ketiga taruna tersebut yakni Jasen, Muhammad, dan Davin. Mereka berhasil mengevakuasi korban dari sungai dan segera memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru.
"Setelah kondisi korban mulai stabil, Haikal dievakuasi ke posko kesehatan Polri untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dari tim Biddokkes Polda Aceh. Kemudian, anak tersebut dirujuk ke RSUD Aceh Tamiang menggunakan ambulans," katanya
Joko Krisdiyanto mengatakan aksi cepat dan tanggap para taruna Akpol tersebut merupakan salah satu merupakan bukti kehadiran Polri di tengah masyarakat.
"Kehadiran taruna Akpol membantu korban hanyut ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam aksi-aksi kemanusiaan yang menyangkut keselamatan nyawa masyarakat," kata Joko Krisdiyanto.




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026