Menteri PU percepat bangun jembatan permanen di Aceh pascabencana

id menteri pu,pembangunan,jembatan permanen,aceh,bencana sumatera

Menteri PU percepat bangun jembatan permanen di Aceh pascabencana

Kementerian PU mempercepat pembangunan jembatan permanen di Aceh pasca bencana Sumatera. (ANTARA/HO-Kementerian PU)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kementeriannya mempercepat pembangunan jembatan permanen di Aceh pascabencana Sumatera.

Ia mengatakan percepatan pembangunan jembatan permanen dilakukan meskipun sebagian wilayah masih dalam tahap tanggap darurat.

“Kita mulai pembangunan permanen beberapa jembatan dan penanganan longsoran di beberapa titik di Aceh. Kita percepat walaupun masih tahap tanggap darurat karena sebagian yang lewat sudah macet, kita tidak bisa mengontrol 100 persen tonase kendaraan. Kalau tidak dipercepat, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan di lapangan, karena masyarakat juga butuh logistik,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Di Aceh, pada Januari 2026, terdapat delapan jembatan yang mulai ditangani secara permanen, yaitu Jembatan Krueng Meureudu di Pidie, Jembatan Krueng Tingkeum di Aceh Besar, Jembatan Teupin Mane di Aceh Utara, Jembatan Ulee Langa di Aceh Besar, Jembatan Krueng Beutong di Nagan Raya, Jembatan Pelang di Aceh Tenggara, Jembatan Mengkudu I di Aceh Besar, dan Jembatan Pante Dona di Aceh Barat.

Selain itu Kementerian PU juga akan menangani 30 titik longsoran yang tersebar di ruas jalan Bireuen-Bts Kota Bireuen/Bener Meriah, Bts Bener Meriah/Aceh Tengah - Kota Takengon, Sp Uning (Bts Kota Takengon)- Uwaq (Km 370), Bts Aceh Tengah/Gayo Lues-Blangkejereng- Bts Gayo Lues/Aceh Tenggara, Bts Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kutacane, Genting Gerbang-Nagan Raya dan Pameu-Genting Gerbang.

Pembangunan jembatan permanen tersebut dirancang untuk menggantikan struktur sementara serta meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana.

“Untuk pembangunan satu jembatan permanen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 8–9 bulan. Karena ini jembatan permanen untuk masyarakat, sehingga kita bangun dengan perhitungan teknis yang matang agar aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Dody.

Untuk Jembatan Krueng Tingkeum, Kementerian PU menyiapkan skema bertahap dengan tetap memfungsikan jembatan sementara selama proses konstruksi berlangsung.

“Di lokasi ini akan ada jembatan permanen dan jembatan sementara. Ke depan, setelah seluruh penanganan selesai, masyarakat akan memiliki beberapa alternatif jalur sehingga kemacetan dapat terurai secara bertahap,” ujar Dody.

Total jembatan yang akan ditangani permanen oleh Kementerian PU di Aceh sebanyak 20 unit jembatan dan 68 titik longsoran. Seluruhnya ditangani secara bertahap hingga Juni 2026.

Dody juga menegaskan bahwa penanganan jembatan menjadi prioritas utama dalam tahap awal pascabencana guna memastikan tidak ada wilayah yang terisolasi.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo jelas, tidak boleh ada satu pun kabupaten dan kota yang terputus konektivitasnya. Karena itu seluruh jembatan nasional kita percepat penanganannya agar logistik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan,” katanya.

Kementerian PU akan terus mempercepat penanganan pascabencana Sumatera dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Setelah masa tanggap darurat usai, Kementerian PU akan terus melanjutkan tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada berbagai infrastruktur dasar.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.