Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong semua kader pos pelayanan terpadu (posyandu) dan tenaga kesehatan (nakes) meningkatkan serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat desa dan kelurahan di daerah tersebut.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan saat ini fungsi dan peran posyandu tidak hanya fokus pada sektor kesehatan, tetapi juga bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat dan sosial.
"Jadi fungsi posyandu ini sudah diperluas ke enam bidang pelayanan dasar sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 sehingga transformasi posyandu ini sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat, dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan warga," katanya di Marawola, Kabupaten Sigi, Sabtu.
Ia mengemukakan posyandu pun bagian lembaga kemasyarakatan desa yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, perencanaan pembangunan desa, serta peningkatan kualitas hidup warga.
"Tentunya keberhasilan pemenuhan target Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sekaligus indikator utama dalam pengelolaan anggaran dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel," ucapnya.
Ia mengatakan pentingnya implementasi posyandu enam bidang SPM di Kabupaten Sigi untuk menjamin mutu pelayanan dan pemenuhan hak dasar masyarakat, serta melakukan deteksi dini masalah kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang seluruh kelompok sasaran.
"Ke depan seluruh posyandu di Sigi sebagai pusat edukasi masyarakat," katanya.
Dia mengatakan salah satu fokus lainnya dilakukan pemerintah daerah pada 2026, yakni penguatan peran 1.863 kader posyandu di Kabupaten Sigi.
"Pemerintah daerah pun mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa dan memastikan ketersediaan data yang akurat sebagai dasar intervensi program yang komprehensif dan tepat sasaran," kata dia.
Rizal mengajak semua pemangku kepentingan memberikan dukungan dan komitmen bersama agar program posyandu bisa berjalan optimal, profesional, dan sesuai prinsip manajemen yang baik.
"Posyandu nantinya diharapkan mampu memperkuat integrasi sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membantu pemerintah daerah menekan angka stunting dan gizi buruk melalui berbagai inovasi pelayanan tersebut," ujarnya.
