Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab-Buol perkuat fungsi posyandu sebagai pusat layanan kesehatan

Sabtu, 6 Desember 2025 18:49 WIB
Image Print
Wakil Bupati Buol Moh Nasir Dj. Daimaroto (kiri) saat menyampaikan pentingnya pendataan sosial yang akurat, peningkatan kualitas koordinasi lintas sektor, serta penguatan peran posyandu dalam mendeteksi dan menangani persoalan sosial di Kabupaten Buol, Sulteng, Sabtu (6/12/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Buol

Buol (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah memperkuat dan meningkatkan fungsi pos pelayanan terpadu (posyandu) di daerah itu sebagai pusat layanan kesehatan dan sosial masyarakat.

Wakil Bupati Buol Moh Nasir Dj Daimaroto mengatakan pentingnya pendataan sosial yang akurat, peningkatan kualitas koordinasi lintas sektor, serta penguatan peran posyandu dalam mendeteksi dan menangani persoalan sosial serta kesehatan secara dini.

"Berdasarkan data yang ada bahwa terjadi peningkatan angka pernikahan dini dan putus sekolah pada tahun 2025 yang berpotensi memperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Buol," kata dia di Buol, Sabtu.

Ia mengharapkan ke depan posyandu tidak hanya fokus pada layanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi sarana integrasi berbagai program pencegahan dan intervensi sosial secara terpadu.

"Tentunya pemerintah desa, puskesmas, tim pembina, dan perangkat daerah terkait lainnya harus memperkuat koordinasi, pendampingan, dan pelaksanaan program agar hasil yang dicapai tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ucapnya.

Menurut dia, sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Internalisasi Program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Buol sebagai salah satu upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan layanan dasar masyarakat menuju terwujudnya pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Pelaksanaan program ini merupakan amanah untuk melayani masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan, sehingga seluruh pihak harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab," katanya.

Penerapan Posyandu 6 SPM di tingkat desa di Kabupaten Buol hingga saat ini belum optimal disebabkan belum tersedia dukungan anggaran pada masing-masing perangkat daerah yang memiliki kewenangan SPM.

"Ke depan Posyandu 6 SPM di desa-desa Kabupaten Buol bisa berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026