Banggai Laut, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyerap aspirasi nelayan di Kabupaten Banggai Laut dalam upaya memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir.
Anwar Hafid dalam kunjungan kerja di Pelabuhan Perikanan Mato, Banggai Laut, Jumat, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat nelayan dan memastikan setiap pembangunan sektor kelautan benar-benar memberi manfaat.
“Pemerintah akan memperhatikan aspirasi bapak-bapak sekalian. Prinsipnya, pembangunan kelautan dan perikanan harus berpihak pada kesejahteraan nelayan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur berdialog langsung dengan nelayan untuk mendengar tantangan yang mereka hadapi.
Para nelayan mengungkapkan hasil tangkapan ikan mereka mengalami penurunan drastis. Dari sebelumnya mencapai 1.500 box per bulan, kini hanya sekitar 100–200 box yang dinilai dipengaruhi faktor cuaca, pembatasan wilayah tangkap, serta minimnya infrastruktur pendukung.
Mereka juga menilai fasilitas pelabuhan masih terbatas, termasuk kebutuhan tambahan dermaga, cold storage, pasokan BBM bersubsidi, serta perbaikan sarana dasar seperti masjid dan WC.
Selain itu, akses jaringan komunikasi yang lemah turut dikeluhkan karena menghambat transaksi dengan pembeli di Luwuk maupun Palu dan berharap ada bantuan kapal, jaring, dan peningkatan fasilitas pelabuhan.
Sementara itu tercatat ada 61 kapal purse seine dan sekitar 60 kapal jollor yang beroperasi di wilayah tersebut.
Gubernur juga meninjau fasilitas koperasi nelayan yang berada di kawasan pelabuhan sebagai bagian dari upaya evaluasi dan perencanaan tindak lanjut ke depan.
Untuk itu, Anwar mendorong penguatan kelembagaan koperasi nelayan agar harga ikan lebih stabil dan kompetitif.
Menurut dia, kehadiran koperasi dapat memperkuat posisi nelayan dalam rantai pasok, sehingga harga jual tidak terlalu bergantung pada tengkulak.
Selain itu, ia juga mengajak pelaku usaha untuk menghadirkan pabrik pengolahan yang sehat dan berdaya saing di Banggai Laut.
"Kehadiran industri pengolahan penting guna memberikan nilai tambah pada hasil tangkapan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir," ujarnya.
