Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan peningkatan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) dari 3,61 pada tahun 2025 menjadi 3,64 pada tahun 2026.
“Pemprov Sulteng menargetkan peningkatan IKAD secara bertahap yaitu dari 3,61 pada tahun 2025 menjadi 3,64 pada tahun 2026,” kata Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulawesi Tengah Nelson Metubun dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Palu, Senin.
Ia menekankan bahwa TPAKD berperan strategis sebagai akselerator literasi dan inklusi keuangan di daerah.
TPAKD, kata dia, memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi dan akselerasi program akses keuangan daerah agar kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa akses keuangan yang inklusif menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perlindungan masyarakat dari berbagai risiko ekonomi dan finansial.
Karena itu, dia juga menegaskan pentingnya internalisasi target IKAD ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah agar pemerintah daerah dapat mewujudkan pemerataan layanan keuangan yang inklusif.
Ia menjelaskan bahwa dengan proyeksi kenaikan tiap tahun sebesar 0,03 hingga 0,04, pemerintah daerah optimistis skor IKAD Sulawesi Tengah dapat mencapai 3,76 pada tahun 2030.
“Target ini menegaskan komitmen kita untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang adil, aman, dan berkelanjutan terhadap layanan keuangan formal,” ujarnya.
