Logo Header Antaranews Sulteng

Pemprov Sulteng gencarkan gerakan pangan murah jelang Idul Fitri

Rabu, 4 Maret 2026 23:15 WIB
Image Print
Masyarakat Kota Palu antusias datang berbelanja di kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (4/3/2026). (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 tetap stabil.

“Langkah ini upaya kami menjaga stabilitas harga bahan pangan supaya tidak mengalami lonjakan, apa lagi di momen Ramadhan potensi lonjakan sangat rentan,” kata Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Sulawesi Tengah Nuriah Fatimah di Palu, Rabu.

Ia mengemukakan, menjelang Lebaran kebutuhan warga terhadap bahan pangan cukup besar untuk persiapan menyajikan menu makanan dan olahan lain, terutama kue.

Maka bahan baku pembuatan kue seperti telur, terigu, gula pasir dinilai memiliki kerentanan terhadap lonjakan harga, maka intervensi GPM salah satu alternatif menjaga stabilitas harga.

“Momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) biasanya diikuti dengan lonjakan harga bahan pokok, kami berusaha selama Ramadhan hingga Lebaran nanti harga pangan tetap stabil, kalaupun terjadi lonjakan diupayakan dalam batas wajar,” ujarnya.

Pada program GPM yang diinisiasi Badan Pangan Nasional (BPN) ada sembilan komoditas yang disubsidi pemerintah daerah (Pemda), lalu fasilitas sarana dan prasarana didukung oleh Badan Pangan, sementara subsidi harga difasilitasi oleh Pemprov Sulteng.

“GPM dilaksanakan pemerintah, masyarakat antusias berbelanja. Artinya program ini diminati masyarakat, kami berupaya konsistensi ini tetap berkelanjutan sesuai penugasan pemerintah pusat yang di instruksikan kepada Pemda,” tutur Nuriah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya Dinas Pangan membatasi jumlah pembelian untuk setiap warga, yakni maksimal 5 kilogram beras premium, 1 kilogram gula pasir, dan 2 liter minyak goreng.

“Program ini memang untuk membantu masyarakat supaya tetap bisa menjangkau kebutuhan pangan pokok saat HBKN,” ucapnya.

Kata dia, dari sisi ketersediaan setiap titik lokasi disiapkan sekitar 4 ton beras premium, yang mana di Kota Palu pelaksanaannya berlangsung di empat titik lokasi dan merupakan pelaksanaan kedua selama periode Ramadan.

Selain beras, stok gula pasir disiapkan sekitar 1 ton, minyak goreng antara 800 liter hingga 1 ton, dan tepung terigu sekitar 1 ton, adapun telur medium sebanyak 200 rak yang disediakan.

Komoditas lainnya yang dijual antara lain bawang putih dan bawang merah masing-masing sebanyak 50 kilogram.

“Beras dijual dengan harga Rp65 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp12 ribu per kilogram, telur ayam ukuran medium Rp48 ribu per rak, minyak goreng Rp35 ribu per 2 liter, bawang putih dan merah masing-masing Rp35 ribu per kilogram,” kata dia.

Ia menambahkan GPM terbuka untuk umum, namun pemerintah melakukan pembatasan pembelian setiap komoditas pangan dengan menerapkan sistem antrean guna memastikan pemerataan distribusi kepada masyarakat.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026