Parigi Moutong, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengandalkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga pangan dan inflasi daerah.
"GPM salah satu strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan, yang mana harga komoditas dijual sesuai harga distributor yang dilakukan melalui subsidi," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong Sofiana di Parigi Moutong, Sabtu.
Ia menjelaskan jika harga pangan mengalami lonjakan maka akan berdampak pada inflasi daerah, oleh karena itu pemerintah daerah (pemda) terus melakukan langkah-langkah strategis dalam membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan.
Ketahanan pangan daerah penting dijaga, mulai dari ketersediaan pasokan hingga harga yang terjangkau, supaya masyarakat memperoleh bahan pokok penting lebih mudah.
"Kami telah melakukan GPM secara serentak hari ini (Sabtu) secara nasional, sebagaimana instruksi Kementerian Dalam Negeri (Mendagri)," ujarnya.
Ia mengemukakan dalam kegiatan GPM serentak, pihaknya melibatkan distributor, ritel modern, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk Perum Bulog sebagai mitra strategis pemda.
Selain GPM, Dinas Ketahanan Pangan setempat juga memiliki sejumlah program inovasi yakni kios pangan sebagai upaya mendekatkan pasar kepada masyarakat
Di mana kios pangan dibuka berdasarkan surat edaran Badan Pangan Nasional yang mewajibkan setiap kabupaten/kota menyediakan kios pangan untuk memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
"Selain itu ada juga program ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah menanam tanaman produktif, program itu dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan, selain beras," tutur Sofiana.
Khusus program ketahanan pangan keluarga, pihaknya telah menyediakan bibit cabai, tomat dan terong di lahan percontohan, bagi masyarakat yang ingin menanam komoditas tersebut dapat mengambil bibit gratis di Dinas Ketahanan Pangan.
"Masyarakat juga perlu membiasakan diri mengonsumsi pangan tradisional, langkah ini sebagai alternatif pengganti beras. Kombinasi pangan pangan juga bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah," kata dia.
