Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan upaya pemerintah mendekatkan pasar kepada warga.
"Kegiatan ini juga bagian dari program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, yang mana dilaksanakan serentak di tiga kecamatan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong Sofiana usai pelaksanaan GPM di Palasa, Parigi Moutong, Kamis.
Ia mengemukakan, berbagai langkah dilakukan pemda dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasaran, salah satunya lewat GPM yang konsisten dilaksanakan, sekaligus upaya pengendalian inflasi daerah.
Adapun tiga wilayah yang menjadi sasaran GPM yakni Kecamatan Palasa, Mepanga dan Moutong dengan produk yang dijual minyak goreng, gula pasir, telur serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog.
"Warga antusias datang berbelanja, karena produk yang di jual harganya sudah di subsidi," ujarnya.
Ia menuturkan Di Desa Salupengut, Kecamatan Moutong Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan dua ton beras, satu ton minyak goreng, dan 500 kilogram gula dengan harga yang lebih terjangkau.
“Semua bahan pokok kita jual dengan potongan harga sekitar 30 persen,” ucap Sofiana.
Kata dia, GPM kali ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, yang mana tidak ada penyediaan kupon oleh instansi terkait, sehingga warga bebas berbelanja dengan syarat minimal dua karung beras, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula pasir.
Ia memastikan gerakan pangan murah akan tetap konsisten dilaksanakan, meski program 100 hari kerja kepala daerah berakhir.
Melalui kegiatan tersebut menjadi upaya pemda membantu meringankan beban ekonomi warga, supaya daya beli mereka tetap stabil.
“Pastinya program ini akan terus berkelanjutan,” tegasnya.
Ke depan, Dinas Ketahanan Pangan Parimo juga akan bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperluas pelaksanaan GPM di wilayah lainnya.
