Logo Header Antaranews Sulteng

Sebanyak 45 klinik kesehatan di Makkah-Madinah siap layani haji 2026

Senin, 30 Maret 2026 20:53 WIB
Image Print
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj Liliek Marhaendro Susilo. ANTARA/HO-Kemenhaj.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat skema layanan kesehatan pada musim haji 1447 H/2026 M dengan menyediakan 45 klinik kesehatan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi, yang siap melayani jamaah haji Indonesia.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan bahwa satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5.000 orang. Dengan kebijakan ini, di Makkah akan didirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor untuk melayani jamaah. Sementara itu, di Madinah akan tersedia lima klinik kesehatan di lima sektor.

"Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di kedua kota tersebut. Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah semakin optimal," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, petugas kesehatan kloter juga akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit. Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jamaah dirujuk ke KKHI atau harus langsung ke rumah sakit Arab Saudi.

"Pendekatan severity level ini penting agar jamaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya," ujar Liliek.

Dalam rangka menjamin mutu layanan, Pemerintah Arab Saudi juga memberikan syarat supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang terakreditasi. Pada musim haji tahun ini, pengawasan layanan kesehatan jamaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Sementara itu, penyediaan obat selama masa operasional haji akan didistribusikan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jamaah di hotel-hotel.

Liliek juga mengingatkan jamaah yang masih menunggu keberangkatan untuk menjaga kesehatan sejak dini. Ia menganjurkan penerapan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari.

"Selain itu, jamaah perlu istirahat cukup minimal enam jam tidur setiap malam, serta menjaga pikiran tetap positif," tuturnya.

Bagi jamaah dengan penyakit penyerta (komorbid), Liliek menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Ia juga mengajak jamaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan sehat.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026