Logo Header Antaranews Sulteng

Ada sinyal positif negosiasi agar kapal RI lintasi Selat Hormuz

Senin, 30 Maret 2026 20:55 WIB
Image Print
Menlu Sugiono saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026) ANTARA/HO-Bakom RI

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan bahwa proses dialog dan negosiasi masih berlangsung sampai saat ini, dengan terdapat indikasi sinyal positif agar kapal Indonesia dalam melintasi Selat Hormuz.

"Ini masih dibicarakan, masih dinegosiasi," kata Menlu Sugiono dalam keterangan pers di Tokyo, Jepang, Senin.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah sudah ada perkembangan yang baik terkait hal tersebut, Menlu menyebut sudah terdapat sinyal positif meski masih menunggu implementasi lanjutannya.

"Ada sinyal positif, kita lihat nanti eksekusinya seperti apa," ujar Menlu.

Pemerintah Indonesia sedang melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait Iran lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk memastikan keselamatan kapan dan awak kapal Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela pada Jumat (27/3) menyampaikan telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran.

Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional. Namun, Nabyl menyebut belum dapat memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

Sementara itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) menyampaikan tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

"Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.





Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026