Sigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), meminta petani di daerah itu agar menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) dengan baik dan secara berkelompok.
"Memang jumlah alat mesin pertanian di Kabupaten Sigi masih kurang sehingga pemanfaatan alsintan yang ada perlu dilakukan secara maksimal," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi Afit Lamakarate di Dolo, Minggu.
Ia menuturkan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap seluruh alsintan yang tersebar dan digunakan masing-masing kelompok tani di Kabupaten Sigi.
"Jadi tujuan pendataan ini agar pemerintah daerah memiliki data alsintan yang masih berfungsi, rusak, bahkan dijual, ke depan data itu memudahkan kami melakukan overlay antara alsintan dan luas baku sawah di Sigi mencapai 15.280 hektare," ucapnya.
Ia mengemukakan saat ini di Kabupaten Sigi jumlah kelompok tani mencapai sebanyak 1.500 poktan.
"Ke depan kelompok tani yang hanya menerima bantuan namun tidak memiliki lahan maka akan kami hapus dari daftar penerima bantuan," sebutnya.
Afit berharap melalui pendataan alsintan tersebut dapat mengatur manajemen dan tata kelola bantuan alat mesin pertanian di Kabupaten Sigi di masa mendatang.
Diketahui untuk luas lahan potensial pertanian khususnya lahan padi sawah di Kabupaten Sigi seluas 17.393 hektare.
Sedangkan alat mesin pertanian pada tahun 2024 hanya berjumlah 500 unit.
