Logo Header Antaranews Sulteng

Empat desa di Kabupaten Donggala terendam banjir

Minggu, 11 Januari 2026 19:04 WIB
Image Print
Kondisi rumah warga di Desa Wani 1 Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Sulteng

Donggala (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala terendam banjir.

Pelaksana Plt Kepala BPBD Sulteng Asbudianto di Kota Palu, Minggu, mengatakan banjir terjadi pukul 11.35 Wita yang mengakibatkan empat desa terdampak seperti Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo.

"Jadi memang sejak pagi hingga siang hari hujan melanda wilayah tersebut sehingga debit air yang sangat tinggi menyebabkan air sungai meluap dan merusak pondasi dudukan jembatan dan sejumlah rumah warga," kata Asbudianto.

Data sementara, 3 rumah hanyut terbawa arus di Desa Wani 1 dan 1 unit rumah di Desa Wani 3 terdampak.

"Jadi ada satu jembatan penghubung Desa Wani 3 ke Desa Labuan Kungguma terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor," ucapnya.

Ia menuturkan pihaknya bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Donggala melakukan kaji cepat di lokasi bencana di Kecamatan Tanantovea.

"Untuk wilayah terdampak seperti Desa Wani 2 dan Wani Lumbumpetigo masih dalam proses pendataan, termasuk warga masih mengungsi secara mandiri di rumah-rumah kerabatnya," sebutnya.

Menurut dia, kebutuhan mendesak saat ini berupa logistik PB dan jembatan darurat.

"Situasi hingga saat ini air belum surut dan akses dari Desa Wani 3 ke Desa Labuan Kungguma belum bisa dilewati," kata dia.

Sementara itu Bupati Donggala Vera Elena Laruni memastikan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah untuk perbaikan jembatan putus di Desa Wani 3 tersebut.

"Tim BPBD Donggala sudah turun ke lapangan berkoordinasi untuk membuat jembatan darurat di wilayah Wani 3 termasuk melakukan penanganan di sejumlah titik dengan menurunkan alat berat," ujar Vera.




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026