Objek Wisata Tanjung Karang Ramai Dikunjungi Warga
Minggu, 1 Oktober 2017 21:43 WIB
Tanjung Karang (triptus.com)
Donggala, (antarasulteng.com) - Objek wisata laut Tanjung Karang di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, ramai di kunjungi masyarakat untuk berekreasi akhir pekan, Minggu.
Pengunjung di objek wisata laut tersebut kebanyakan berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso dan Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat.
"Objek wisata laut Tanjung Karang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat setiap akhir pekan, mereka yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah," ungkap Bupati Donggala Kasman Lassa di Donggala, Minggu.
Kasman Lassa menyebut setiap akhir pekan Sabtu-Minggu pengunjung di objek wisata laut tersebut mencapai ratusan orang, yang datang sejak pagi sampao sore hari.
Tidak hanya pengujung lokal, kata dia, Tanjung Karang juga diminati oleh wisatawan mancanegara dari berbagai negara.
Bahkan, urai dia, wisatawan mancanegara disediakan areal dan cottage yang tidak bercampur dengan pengunjung lokal di objek wisata tersebut.
"Sebahagian pengunjung termasuk wisatawan mancanegara tidak hanya sekedar berekreasi, tetapi juga melakukan penelitian," ujarnya.
Objek wisata laut Tanjung Karang, sebut dia, hingga saat ini masih menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Donggala untuk menarik kunjungan wisatawan.
Letak yang strategis dan keindahan pantaimya menjadi ciri khas tersendiri objek wisata tersebut sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan demi mendongkrak sektor jasa dan pariwisata.
"Objek wisata ini memiliki keunggulan tersendiri yang tidak di miliki oleh objek-objek wisata lainnya," terangnya.
Selain pantai pasir putih yang indah, pengunjung juga dapat menikmati wisata selam untuk menyaksikan keindahan bawah laut dengan terumbu karangnya yang masih asli.
Di lokasi ini terdapat sebuah resort wisata selam yang selama ini sangat diminati wisatawan asal Eropa. (Skd)
Pengunjung di objek wisata laut tersebut kebanyakan berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso dan Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat.
"Objek wisata laut Tanjung Karang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat setiap akhir pekan, mereka yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah," ungkap Bupati Donggala Kasman Lassa di Donggala, Minggu.
Kasman Lassa menyebut setiap akhir pekan Sabtu-Minggu pengunjung di objek wisata laut tersebut mencapai ratusan orang, yang datang sejak pagi sampao sore hari.
Tidak hanya pengujung lokal, kata dia, Tanjung Karang juga diminati oleh wisatawan mancanegara dari berbagai negara.
Bahkan, urai dia, wisatawan mancanegara disediakan areal dan cottage yang tidak bercampur dengan pengunjung lokal di objek wisata tersebut.
"Sebahagian pengunjung termasuk wisatawan mancanegara tidak hanya sekedar berekreasi, tetapi juga melakukan penelitian," ujarnya.
Objek wisata laut Tanjung Karang, sebut dia, hingga saat ini masih menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Donggala untuk menarik kunjungan wisatawan.
Letak yang strategis dan keindahan pantaimya menjadi ciri khas tersendiri objek wisata tersebut sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan demi mendongkrak sektor jasa dan pariwisata.
"Objek wisata ini memiliki keunggulan tersendiri yang tidak di miliki oleh objek-objek wisata lainnya," terangnya.
Selain pantai pasir putih yang indah, pengunjung juga dapat menikmati wisata selam untuk menyaksikan keindahan bawah laut dengan terumbu karangnya yang masih asli.
Di lokasi ini terdapat sebuah resort wisata selam yang selama ini sangat diminati wisatawan asal Eropa. (Skd)
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Vale tanam 2.000 bibit mangrove dan restorasi terumbu karang peringati Hari Mangrove
26 July 2025 14:05 WIB
Bupati Morut buka turnamen sepak bola yang digelar Karang Taruna Desa Mayumba
14 June 2024 10:12 WIB, 2024
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020