Palu (ANTARA) -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu mengingatkan umat islam untuk meningkatkan, kualitas ibadah serta memperbanyak amalan sunnah jelang bulan Ramadhan.

“Umat Islam hendaknya mempersiapkan diri sejak bulan Syaban, agar ketika Ramadhan tiba, kita sudah siap lahir dan batin,” kata Ketua MUI Palu Zainal Abidin di Palu, Minggu.

Ia menegaskan bahwa bulan Syaban memiliki posisi penting sebagai jembatan spiritual menuju Ramadhan, bulan penuh ibadah dan pembinaan akhlak. Kata dia, Nabi Muhammad SAW telah memberikan keteladanan dalam menyambut Ramadhan, salah satunya dengan memperbanyak ibadah pada bulan Syaban. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan ini.

Menurut Zainal, hadis itu menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk meningkatkan amalan sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan. Kata dia, jumhur ulama sepakat bahwa Syaban merupakan bulan latihan sebelum memasuki Ramadhan.

“Di bulan ini dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki niat dan kualitas ibadah,” jelasnya.

Selain persiapan ibadah personal, dia menekankan pentingnya persiapan ibadah sosial menjelang Ramadhan, seperti memperkuat silaturahmi, saling memaafkan, serta menjaga lisan dan sikap dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan bahwa puasa Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menuntut keluhuran akhlak.

“Karena itu, masukilah Ramadhan dengan hati yang bersih, menjauhi permusuhan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” pesannya.

Ia berharap, dengan memaksimalkan bulan Syaban sebagai masa persiapan, umat Islam dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan lebih khusyuk dan bermakna.

“Semoga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun ini dalam keadaan iman dan takwa, serta Ramadan membawa keberkahan bagi umat dan daerah kita,” harapnya.