Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Jakarta, Indonesia, mengecam keras serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan tegas mengecam tindakan agresif dan kriminal tersebut terhadap integritas teritorial Iran," menurut pernyataan sikap Kedubes Iran di Jakarta, Sabtu.
AS dan rezim Zionis Israel pada Sabtu pagi (28/2) melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran, serta beberapa kota lainnya, sehingga melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran tersebut merupakan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB dan merupakan tindakan agresi yang nyata terhadap Republik Islam Iran.
Iran juga memandang tindakan Washington dan Tel Aviv sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.
Menanggapi agresi tersebut merupakan hak yang sah bagi Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, menurut pernyataan sikap tersebut lebih lanjut.
Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan AS, kata pernyataan itu.
Sebagai negara pendiri PBB yang tujuan utamanya adalah mencegah agresi, pelanggaran perdamaian, dan ancaman terhadap perdamaian, Republik Islam Iran menegaskan tanggung jawab Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan dalam menghadapi pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional akibat agresi terang-terangan rezim Zionis terhadap Iran.
Iran meminta Ketua dan para Anggota Dewan Keamanan untuk segera mengambil langkah dalam hal ini.
Sementara itu, Kedubes Iran di Indonesia juga berharap agar pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan dan Islam, kalangan akademisi, serta insan media
untuk secara tegas dan terbuka mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran.