Logo Header Antaranews Sulteng

Polandia dukung reformasi UE untuk mungkinkan lebih banyak anggota

Jumat, 27 Februari 2026 10:46 WIB
Image Print
Polandia telah mengumumkan penambahan pasukan ke perbatasan dengan Belarus. (ANTARA/Anadolu)

Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk pada Kamis mengatakan bahwa Polandia telah mengadvokasi reformasi Uni Eropa dengan tujuan agar sebanyak mungkin negara dapat menjadi anggota blok tersebut.

"Polandia selalu menjadi duta besar untuk perluasan Uni Eropa secara bijaksana, jika perlu, hati-hati, dan sangat pragmatis, serta, jika perlu, untuk mereformasi Uni Eropa sehingga lebih banyak negara dan orang dapat menikmati kebebasan dan keamanan," kata Tusk setelah pertemuan dengan mitranya dari Armenia, Nikol Pashinyan.

Sikap terhadap perluasan Uni Eropa ini sejalan dengan kebijakan Armenia, imbuh Tusk. Dia mengatakan kepada Pashinyan bahwa "kebijakan Armenia mendukung skenario ini."

Hubungan antara Armenia dan Uni Eropa diatur oleh Perjanjian Kemitraan Komprehensif dan yang Diperkuat (CEPA), yang mulai berlaku pada 2021.

Perjanjian tersebut menetapkan kerangka kerja sama bilateral di bidang-bidang seperti demokrasi, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan, serta menyelaraskan undang-undang dan standar Armenia dengan norma-norma Uni Eropa, sekaligus memungkinkan Armenia untuk tetap berada di Uni Ekonomi Eurasia.

Yerevan juga telah menyatakan niat untuk memperdalam hubungan dengan Uni Eropa, namun membantah tengah mempertimbangkan aksesi ke Uni Eropa.

Sumber: Sputnik-OANA



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026