Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kontribusi para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang tidak sekadar menjalankan misi kemanusiaan, melainkan juga mengemban misi kebangsaan.
 

"ini bukan saja misi kemanusiaan tetapi ini (juga) adalah misi kebangsaan," kata Bima Arya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Bima usai memimpin Apel Pelepasan Pemulangan Praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurutnya, kehadiran praja dari berbagai daerah di Indonesia di wilayah terdampak bencana tersebut bukan hanya untuk membantu pemulihan pemerintahan, tetapi juga merekatkan dimensi kebangsaan. Para praja dituntut mampu beradaptasi secara cepat dengan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Bima menilai penugasan di Aceh Tamiang juga menjadi kawah candradimuka bagi para praja. Mereka ditempa secara langsung melalui berbagai persoalan di lapangan.

“Fisik diuji, nyali diuji, kesabaran diuji, kemampuan komunikasi juga diuji, kemampuan toleransi juga diuji,” ujarnya.

Ia meyakini pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga ketika kelak mereka memegang amanah sebagai pemimpin di berbagai tingkatan. Kebersamaan dengan masyarakat yang tengah bangkit dari bencana, lanjutnya, juga akan menjadi modal penting saat mereka memimpin di masa mendatang.

“Ingatlah bahwa memberikan kontribusi dan menjadi berarti adalah tugas utama kalian,” kata Bima.

Selanjutnya, Bima mengungkapkan pengiriman praja ke Aceh Tamiang belum berakhir. Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, akan ada pemberangkatan Praja IPDN Gelombang III untuk melanjutkan proses pemulihan yang telah dilakukan.

“Dalam waktu 67 hari kita bisa melihat bagaimana Aceh Tamiang berubah wajah dan denyut kesehariannya. Kantor pemerintahan kembali buka untuk melayani publik, roda perekonomian kembali bergerak, dan warga kembali lalu-lalang,” tuturnya.

Sebagai informasi, dari dua gelombang penugasan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengerahkan 1.890 personel ke Aceh Tamiang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.582 praja IPDN dan sisanya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri.

Selama bertugas, mereka berhasil membersihkan serta memulihkan 37 kantor pemerintahan. Khusus Gelombang II, penugasan difokuskan pada pemulihan empat dusun yang terdampak lumpur.