Morowali, Sulteng (ANTARA) - ‎Di tengah hamparan hijau dan denyut aktivitas industri di wilayah Loeha Raya, sebuah ikhtiar pelan namun pasti sedang ditanam. Bukan berupa bangunan megah atau infrastruktur fisik semata, melainkan benih pengetahuan yang diharapkan tumbuh menjadi pohon masa depan bagi generasi muda.

‎Komitmen itu kembali ditegaskan oleh PT Vale Indonesia Tbk melalui peluncuran Program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Berbasis Lokal se-Loeha Raya, yang resmi dibuka di SD Bantilang, Selasa (7/5/2024). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pemberdayaan.

‎Peluncuran tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menjadi titik awal perjalanan panjang, yang dilanjutkan dengan lokakarya selama sepekan bagi para kepala sekolah dan guru. Para pendidik ini mendapatkan pendampingan langsung dari tenaga pengajar Yayasan Pendidikan Sorowako, yang selama ini dikenal aktif dalam pengembangan kualitas pendidikan di kawasan tersebut.

‎Hadir dalam kegiatan itu sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat. Kepala Bidang Pembinaan SD Luwu Timur, Agus Zaman, Camat Towuti Saenal, serta para kepala desa di wilayah Loeha Raya turut menyaksikan dimulainya program yang diharapkan menjadi fondasi baru dalam sistem pembelajaran lokal.

‎Program ini lahir dari hasil asesmen yang dilakukan bersama antara PT Vale Indonesia Tbk dan Yayasan Pendidikan Sorowako. Hasilnya menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di Loeha Raya membutuhkan pendampingan dalam penerapan Kurikulum Merdeka, sekaligus penguatan peran kepala sekolah sebagai motor penggerak perubahan.

‎Sebanyak 15 satuan pendidikan akan mendapatkan pendampingan, terdiri atas tujuh Taman Kanak-Kanak (TK), lima Sekolah Dasar (SD), dua Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu Sekolah Menengah Atas (SMA). Langkah ini diibaratkan seperti merawat taman yang luas—setiap jenjang pendidikan mendapat perhatian agar tumbuh selaras dan berkesinambungan.

‎Direktur External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan masyarakat.

‎“Kami berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Loeha Raya, karena kami yakin pendidikan adalah kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi di masa depan. Peningkatan mutu pengajar dan staf menjadi bagian penting untuk membangun individu yang berdaya saing,” ujarnya.

‎Menurut Endra, melalui program ini perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang dalam proses belajar-mengajar. Kurikulum tidak lagi sekadar bahan ajar, melainkan jembatan yang menghubungkan potensi lokal dengan tuntutan global.

‎*Dari Ruang Kelas Menuju Masa Depan*

‎Bagi masyarakat Loeha Raya, program ini menjadi angin segar. Di wilayah yang masih terus berkembang, akses dan kualitas pendidikan sering kali menjadi tantangan tersendiri.

‎Agus Zaman, mewakili Dinas Pendidikan Luwu Timur, mengapresiasi langkah yang dilakukan perusahaan. Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sebagai kunci dalam mendorong kemajuan pendidikan.

‎“Kami optimistis, apabila kegiatan seperti ini berjalan efektif melalui kerja sama yang kuat, daerah kita akan maju dan bahkan bisa menjadi contoh keberhasilan pembangunan pendidikan di Indonesia,” katanya.

‎Nada harapan yang sama juga disampaikan Kepala Desa Bantilang, Ikbal. Ia melihat program ini sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda.

‎“Kegiatan ini sangat baik untuk generasi selanjutnya. Kami berharap pendampingan terus dilakukan, terutama untuk SMA di Loeha Raya yang masih tergolong baru, agar para alumninya mampu bersaing di perguruan tinggi dan menjadi SDM unggul,” ujarnya.

‎Bagi PT Vale Indonesia Tbk, program ini bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Sebelumnya, perusahaan juga telah menginisiasi berbagai program pengembangan sumber daya manusia, termasuk pendampingan bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

‎Apa yang dilakukan di Loeha Raya hari ini mungkin belum langsung terlihat hasilnya. Namun seperti menanam benih di tanah subur, proses itu membutuhkan waktu, kesabaran, dan perawatan yang konsisten.

‎Di ruang-ruang kelas sederhana, di antara papan tulis dan buku pelajaran, perubahan perlahan mulai bergerak. Guru-guru mendapatkan perspektif baru, kepala sekolah diperkuat perannya, dan siswa mulai merasakan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan dunia mereka.

‎Jika pendidikan adalah pelita, maka program ini adalah upaya menyalakan cahaya itu lebih terang—agar tidak hanya menerangi hari ini, tetapi juga menjadi penunjuk jalan bagi masa depan Loeha Raya yang lebih cerah.