Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Budi Setiyadi mengatakan pameran Busworld Southeast Asia 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong industri karoseri nasional menembus pasar global melalui inovasi dan penguatan standar keselamatan.

“Busworld Southeast Asia 2026 akan menjadi tonggak sejarah penting bagi kemajuan industri karoseri Indonesia. Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai produsen karoseri kendaraan penumpang dan logistik yang besar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global,” kata Budi pada acara INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 di Jakarta, Rabu.

Budi Setiyadi menyampaikan, produk karoseri buatan Indonesia kini mampu bersaing dengan negara lain, baik dari sisi teknologi maupun desain kendaraan bus.

Ia menyebut industri karoseri nasional terus melakukan inovasi untuk menghasilkan kendaraan yang lebih aman dan berstandar internasional, mulai dari bus antarkota hingga bus listrik perkotaan.

“Produk karoseri buatan anak bangsa mulai dari bus antarkota yang mewah hingga bus listrik perkotaan yang canggih akan memiliki kualitas berstandar dunia,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bus buatan Indonesia saat ini telah diekspor ke sejumlah negara seperti Bangladesh, Thailand, dan Fiji.

Budi menyebut, Askarindo juga tengah mendorong peluang ekspor bus untuk kebutuhan angkutan haji di Arab Saudi melalui kerja sama dengan sejumlah kementerian dan operator di negara tersebut.

Diketahui, produksi bus oleh sejumlah anggota Askarindo pada periode 2021-2026 mencapai 16.960 unit.

Produksi tersebut berasal dari beberapa perusahaan karoseri seperti New Armada, Adi Putro, Laksana, Tentrem, Pialamas, Trisakti, dan Morodadi.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan, pameran Busworld Southeast Asia 2026 berlangsung pada 20-22 Mei 2026 di Jakarta dan diikuti sekitar 15 negara antara lain Australia, Belgia, China, Kolombia, Malaysia, dan Inggris.

Menurut dia, ajang tersebut menjadi sarana memperlihatkan perkembangan teknologi bus di Indonesia kepada operator maupun pelaku industri internasional.

Selain itu, Askarindo juga berharap perkembangan desain, rekayasa, dan teknologi bus yang dipamerkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan dalam menyusun kebijakan pengembangan industri bus nasional.

Dalam kesempatan itu, Budi turut meminta pemerintah segera menerbitkan regulasi terkait tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk industri karoseri agar pelaku usaha dapat mempercepat konsolidasi dan standarisasi produksi.

“Kami berharap regulasi yang sedang disusun Kementerian Perindustrian bisa segera terbit sehingga kami bisa menyiapkan standarisasi yang diharapkan pemerintah, terutama dalam aspek keselamatan dan penyerapan komponen dalam negeri,” katanya.