Harga daging sapi melonjak sehari jelang lebaran
Kamis, 14 Juni 2018 22:32 WIB
Dokumentasi seorang pedagang menimbang potongan daging sapi di Pasar Tradisional ( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Palu, (Antaranews Sulteng) - Harga daging sapi segar di pasaran Kota Palu, Sulawesi Tengah, melonjak sehari menjelang lebaran (H-1) Idul Fitri 2018.
Di Pasar Induk Tradisional (PIT) Masomba Palu, Kamis, harga daging sapi naik rata-rata Rp10.000/kg.
Dalam kondisi normal, harga daging sapi dijual para pedagang Rp110.000/kg, namun sehari menjelang hari raya, pedagang menaikan harga menjadi Rp120.000/kg.
Alasan para pedagang menaikan harga daging adalah permintaan masyarakat terhadap bahan kebutuhan pangan itu meningkat.
"Kenaikan harga daging sudah biasa dilakukan pedagang menjelang lebaran," kata Udin (56), seorang penjual daging sapi di kawasan tersebut.
Hal senada juga disampaikan Hamzah pedagang daging lainnya.
Mengenai stok daging sapi, baik Hamzah maupun Udin masing-masing menjamin mencukupi kebutuhan masyarakat.
Sulteng, kata Hamzah termasuk penghasil ternak potong di kawasan timur Indonesia dan selama ini Sulteng mampu memenuhi sendiri kebutuhan daging masyarakat sehingga tidak perlu mendatangkan dari luar daerah.
Bahkan, Sulteng setiap bulan rutin mengirim sapi potong ke Kalimantan.
Selain di pasar-pasar tradisional, daging sapi juga banyak dijual di pinggiran jalan di wilayah Kota Palu. Seperti yang terlihat di bilangan jalan Dewi Sartika, Towua dan Karajalembah Palu.
Sementara itu harga bahan pokok lainnya seperti minyak goreng dan telur, beras, tepung terigu, bawang dan cabe relatif stabil dan persediaan cukup banyak.
Di Pasar Induk Tradisional (PIT) Masomba Palu, Kamis, harga daging sapi naik rata-rata Rp10.000/kg.
Dalam kondisi normal, harga daging sapi dijual para pedagang Rp110.000/kg, namun sehari menjelang hari raya, pedagang menaikan harga menjadi Rp120.000/kg.
Alasan para pedagang menaikan harga daging adalah permintaan masyarakat terhadap bahan kebutuhan pangan itu meningkat.
"Kenaikan harga daging sudah biasa dilakukan pedagang menjelang lebaran," kata Udin (56), seorang penjual daging sapi di kawasan tersebut.
Hal senada juga disampaikan Hamzah pedagang daging lainnya.
Mengenai stok daging sapi, baik Hamzah maupun Udin masing-masing menjamin mencukupi kebutuhan masyarakat.
Sulteng, kata Hamzah termasuk penghasil ternak potong di kawasan timur Indonesia dan selama ini Sulteng mampu memenuhi sendiri kebutuhan daging masyarakat sehingga tidak perlu mendatangkan dari luar daerah.
Bahkan, Sulteng setiap bulan rutin mengirim sapi potong ke Kalimantan.
Selain di pasar-pasar tradisional, daging sapi juga banyak dijual di pinggiran jalan di wilayah Kota Palu. Seperti yang terlihat di bilangan jalan Dewi Sartika, Towua dan Karajalembah Palu.
Sementara itu harga bahan pokok lainnya seperti minyak goreng dan telur, beras, tepung terigu, bawang dan cabe relatif stabil dan persediaan cukup banyak.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020