Luna Maya: perankan sosok Suzanna tantangan berat
Senin, 24 September 2018 20:26 WIB
Luna Maya (Foto Antara/dok)
Jakarta, (Antaranews Sulteng) - Aktris Luna Maya mendapatkan kesempatan memerankan sosok mendiang Suzanna dalam film "Suzanna, Bernapas dalam Kubur". Dia mengaku senang mendapatkan kesempatan ini kendati sempat merasa gugup sekaligus juga terbebani.
"Gugup terus terang. Akhirnya selama 8 bulan menahan tidak boleh ngomong, filmnya sudah dirilis (teasernya). Ini sesuatu yang besar, tantangannya berat membawa sosok almarhumah Suzanna itu beban. Siapa yang enggak tahu Suzanna," ujar Luna di Jakarta, Senin.
Untuk bisa mendalami sosok mendiang Suzanna, Luna melakukan berbagai hal mulai dari mempelajari gestur sang aktris dari sejumlah filmnya, seperti cara berbicara, cara berjalan hingga pandangan mata yang melotot khas Suzanna.
"Setiap hari melalui handphone aku perhatiin dia (Suzanna) ngomong, aktingnya, desahannya. Aku semaksimal mungkin harus membuat seolah Suzanna bangkit kembali. Yang paling dikehar cara beliau berbicara, ada intonasinya," kata Luna.
Sekedar melotot seperti Suzanna saja, sambung dia merupakan tantangan tersendiri. Selama masa syuting yang menghabiskan waktu sekitar 50 hari, dia harus mengenakan lensa kontak dan ini sempat membuat matanya iritasi.
"Setiap film beliau enggak ada yang enggak melotot. Aku syuting selama 50 hari memakai lensa kontak warna hitam (agar menyerupai Suzanna). Susah saat melotot, enggak fokus. Apalagi di adegan menangis, susah, karena soft lense menyerao air. Pernah sampai bengkak karena pakai soft lense terus," papar Luna.
Tak hanya itu, dia juga harus memakan bunga melati, seperti yang seringkali Suzanna lakukan dalam sejumlah filmnya.
"Makan melati, ini satu adegan ikonik juga. Rasanya kayak bunga, wangi. Ini pengalaman mwnarik, unik dan baru juga. Ada melati yang dari kemarin, agak basi tapi tetap ditelan saja," tutur dia.
"Gugup terus terang. Akhirnya selama 8 bulan menahan tidak boleh ngomong, filmnya sudah dirilis (teasernya). Ini sesuatu yang besar, tantangannya berat membawa sosok almarhumah Suzanna itu beban. Siapa yang enggak tahu Suzanna," ujar Luna di Jakarta, Senin.
Untuk bisa mendalami sosok mendiang Suzanna, Luna melakukan berbagai hal mulai dari mempelajari gestur sang aktris dari sejumlah filmnya, seperti cara berbicara, cara berjalan hingga pandangan mata yang melotot khas Suzanna.
"Setiap hari melalui handphone aku perhatiin dia (Suzanna) ngomong, aktingnya, desahannya. Aku semaksimal mungkin harus membuat seolah Suzanna bangkit kembali. Yang paling dikehar cara beliau berbicara, ada intonasinya," kata Luna.
Sekedar melotot seperti Suzanna saja, sambung dia merupakan tantangan tersendiri. Selama masa syuting yang menghabiskan waktu sekitar 50 hari, dia harus mengenakan lensa kontak dan ini sempat membuat matanya iritasi.
"Setiap film beliau enggak ada yang enggak melotot. Aku syuting selama 50 hari memakai lensa kontak warna hitam (agar menyerupai Suzanna). Susah saat melotot, enggak fokus. Apalagi di adegan menangis, susah, karena soft lense menyerao air. Pernah sampai bengkak karena pakai soft lense terus," papar Luna.
Tak hanya itu, dia juga harus memakan bunga melati, seperti yang seringkali Suzanna lakukan dalam sejumlah filmnya.
"Makan melati, ini satu adegan ikonik juga. Rasanya kayak bunga, wangi. Ini pengalaman mwnarik, unik dan baru juga. Ada melati yang dari kemarin, agak basi tapi tetap ditelan saja," tutur dia.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FKUB: Pelopor kerukunan dunia maya wujudkan keharmonisan di Provinsi Sulteng
25 November 2024 16:13 WIB, 2024
FKUB Sulteng libatkan AMSI latih kader pelopor kerukunan dunia maya
24 November 2024 14:20 WIB, 2024
FKUB-Sulteng: Kader pelopor kerukunan dunia maya pembawa pesan damai
23 November 2024 16:10 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020