BPJS Ketenagakerjaan jamin hak-hak korban gempa-tsunami
Kamis, 11 Oktober 2018 17:04 WIB
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif (tengah), Direktur Umum dan SDM Naufal Mahfudz (kiri) bercakap-cakap dengan David Lecky (kanan), korban gempa dari Hotel Roaroa yang juga peserta BPJS TK di tempat pengungsiannya, Kamis (11/10). (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)
Palu (Antaranews Sulteng) - Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif menegaskan bahwa pihaknya menjamin seluruh korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala akan menerima hak-haknya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kepada jurnalis di Kota Palu, Kamis, Khrisna mengemukakan bahwa pihaknya sedang fokus melaksanakan layanan tanggap darurat dengan menerapkan pola jemput bola dalam pendataan peserta yang menjadi korban bencana alam pada 28 September 2018 ini.
"Seluruh karyawan yang mengalami luka-luka akan menjalani perawatan sampai pulih tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis, begitu juga korban meninggal dunia akan menerima santunan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya usai menjenguk David Lecky, seorang karyawan Hotel Roaroa Palu yang selamat tetapi cidera berat di tempat penggunsiannya.
Khrisna yang didampingi Direktur Umum dan SDM Naufal Mahfudz juga menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada David dan peserta BPJS Ketenagakerjaan di lingkungan Pemadam Kebakaran Pemkot Palu serta menjenguk para korban yang sedang dirawat di RSU Undata Palu.
Khrisna menghimbau semua karyawan yang cidera baik yang sedang dirawat di rumah sakit atau di rumah masing-masing, bisa segera melaporkan dirinya ke Kantopr BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu di Jalan Towua atau menghubungi call center BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz saat melihat dari dekat kondisi Jembatan Palu IV, Kamis. Jembatan ini merupakan icon Kota Palu yang terletak di Pantai Talise, merupakan salah satu asset penting yang hancur terkena gempa dan tsunami pada 28 September 2018 (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)
Begitu pula kepada seluruh pejabat perusahaan untuk membantu memberikan data-data mengenai keberadaan karyawannya yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Dengan layanan tanggap darurat didukung bantuan masyarakat dan pemilik perusahaan, kami berharap pendataan ini bisa tuntas dalam sebulan ke depan," ujarnya dan menambahkan bahwa pendataan ini juga akan dilakukan dengan bekerja sama Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Mengenai peserta yang data-datanya hilang, Khrisna mengatakan pihaknya akan memberikan pengecualian khusus, namun sejauh ini, kasus seperti itu belum ditemukan dalam kontex yang banyak.
Khrisna berharap lewat bencana alam di Palu, Sigi dan Donggala ini kiranya semakin meningkatkan kesadaran bahwa seluruh masyarakat membutuhkan perlindungan sosial melalui empat program BPJS Ketenagakerjaan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan hari Tua dan Jaminan Pensiun.
"Karena itu saya mengajak semua masyarakat untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya. Kepala Cabang Palu BPJS Ketenagakerjaan Muhyiddin menyerahkan bantuan kepada keluarga korban David Lecky disaksikan Direktur Umum dan SDM Naufal Mahfudz di Palu, Kamis (11/10) (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)
Kepada jurnalis di Kota Palu, Kamis, Khrisna mengemukakan bahwa pihaknya sedang fokus melaksanakan layanan tanggap darurat dengan menerapkan pola jemput bola dalam pendataan peserta yang menjadi korban bencana alam pada 28 September 2018 ini.
"Seluruh karyawan yang mengalami luka-luka akan menjalani perawatan sampai pulih tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis, begitu juga korban meninggal dunia akan menerima santunan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya usai menjenguk David Lecky, seorang karyawan Hotel Roaroa Palu yang selamat tetapi cidera berat di tempat penggunsiannya.
Khrisna yang didampingi Direktur Umum dan SDM Naufal Mahfudz juga menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada David dan peserta BPJS Ketenagakerjaan di lingkungan Pemadam Kebakaran Pemkot Palu serta menjenguk para korban yang sedang dirawat di RSU Undata Palu.
Khrisna menghimbau semua karyawan yang cidera baik yang sedang dirawat di rumah sakit atau di rumah masing-masing, bisa segera melaporkan dirinya ke Kantopr BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu di Jalan Towua atau menghubungi call center BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz saat melihat dari dekat kondisi Jembatan Palu IV, Kamis. Jembatan ini merupakan icon Kota Palu yang terletak di Pantai Talise, merupakan salah satu asset penting yang hancur terkena gempa dan tsunami pada 28 September 2018 (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)
Begitu pula kepada seluruh pejabat perusahaan untuk membantu memberikan data-data mengenai keberadaan karyawannya yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Dengan layanan tanggap darurat didukung bantuan masyarakat dan pemilik perusahaan, kami berharap pendataan ini bisa tuntas dalam sebulan ke depan," ujarnya dan menambahkan bahwa pendataan ini juga akan dilakukan dengan bekerja sama Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Mengenai peserta yang data-datanya hilang, Khrisna mengatakan pihaknya akan memberikan pengecualian khusus, namun sejauh ini, kasus seperti itu belum ditemukan dalam kontex yang banyak.
Khrisna berharap lewat bencana alam di Palu, Sigi dan Donggala ini kiranya semakin meningkatkan kesadaran bahwa seluruh masyarakat membutuhkan perlindungan sosial melalui empat program BPJS Ketenagakerjaan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan hari Tua dan Jaminan Pensiun.
"Karena itu saya mengajak semua masyarakat untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya. Kepala Cabang Palu BPJS Ketenagakerjaan Muhyiddin menyerahkan bantuan kepada keluarga korban David Lecky disaksikan Direktur Umum dan SDM Naufal Mahfudz di Palu, Kamis (11/10) (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)
Pewarta : --
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina bagi santunan Ramadhan untuk 30 anak Panti Asuhan Sultan Al-Amin di Kendari
03 March 2026 20:17 WIB
Tepat di HUT Morut ke-12, delapan ahli waris terima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan
26 October 2025 7:35 WIB
Jasa Raharja Cabang Sulteng salurkan Rp21,5 miliar santunan kecelakaan
07 November 2024 19:02 WIB, 2024
BPJAMSOSTEK komitmen bayar santunan JKM peserta Jamsostek di Sulteng
23 October 2024 21:11 WIB, 2024
BPJAMSOSTEK dan Pemkab Parigi Moutong serahkan santunan ahli waris Rp297 juta
07 May 2024 22:13 WIB, 2024
KPU Kabupaten Sigi serahkan santunan ke anak yatim jalin silaturahmi dan ukhuwah
30 March 2024 4:21 WIB, 2024
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020